UMKM Jadi Garda Terdepan Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Pipnews.co.id, Jakarta – Tidak hanya sekadar membangkitkan tumbuhnya kembali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tapi lebih dari itu UMKM oleh pemerintah menjadikan UMKM sebagai garda terdepan dalam percepatan pemulihan ekonomi.nasiobnal.

Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan Dr Lukmanul Hakim mengatakan, arahan Wakil Presiden fokus pada pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan UMKM sebagai garda terdepan dalam percepatan pemulihan ekonomi. “Pemberdayaan UMKM harus menjadi prioritas utama untuk meningkatkan daya beli.masyarakat,” kata Lukmanul di Jakarta (11/8).

Sebagai pihak yang membidangi ekonomi dan keuangan di Sekretariat Wapres di Jalan Kebon Sirih Jakarta Lukmanul mengaku kini banyak melakukan koordinasi dengan lembaga lembaga lain dalam urusan pengentasan kemiskinan pemberdayaan UMKM.

Bagi usaha mikro, pemerintah antara lain memberikan hibah bagi usaha pemula. Di samping itu pemerintah juga menambah dana LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) Koperasi dan UKM yang dapat digunakan untuk pinjaman murah bagi UMKM. Pemerintah juga memberikan subsidi bunga dan mempermudah persyaratan kredit/pembiayaan bagi UMKM, diantaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam program PEN pemerintah memberikan subsidi bunga untuk 60,66 juta rekening UMKM. Dana tersebut sebesar Rp. 27,26 triliun disalurkan melalui perbankan, BPR dan perusahaan pembiayaan. Sedangkan Rp 6,4 triliun disalurkan melalui KUR, UMi, Program Mekaar, PNM dan pegadaian.

Selain itu, pemerintah juga.memfasilitasi tambahan anggaran Rp 0,49 triliun melalui pembiayaan online, koperasi, petani, LPDB, dan UMKM Pemda. Insentif lainnya, adalah insentif pajak, diantaranya pajak penghasilan UMKM ditanggung pemerintah.
Lukmanul Hakim mengimbau kepada pengelola dana UMKM, baik di LPDB, lembaga pembiayaan, perbankan dan lembaga lain mengimplementasikan kebijakan pemerintah tersebut dengan kemudahan penyaluran pembiayaan dan restrukturisasi kredit bagi UMKM.

Ia menilai, penyaluran KUR masih rendah, dan perlu didorong mempercepat penyerapannya. “Kami berharap perbankan dan lembaga keuangan menjadikan ini sebagai prioritas dengan langkah inovatif dan proaktif untuk menyelamatkan UMKM.

Dari total sekitar 64 juta pelaku usaha, sebesar 98% adalah usaha mikro, dan hanya 1,5 persen usaha kecil dan sisanya 0,5 persen usaha menengah. “Ini pekerjaan rumah kita bagaimana mampu meningkatkan usaha mikro menjadi usaha kecil dan usaha kecil naik kelas menjadi usaha menengah dan besar,” pungkas Lukmanul Hakim. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.