Nasional

Untuk Pastikan Program PEN Tepat Sasaran, Teten Masduki Kunjungi Pasar Pasar Beringharjo

Pipnews.co.id, Yogyakarta – Dampak dari wabah Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa para pelaku usaha. Tak terkecuali, bagi para pedagang Pasar Beringharjo Yogyakarta. Mereka mengaku omsetnya turun hingga 80%.

Keluhan tersebut diungkapkan kepada Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang melakukan kunjungan kerja ke Pasar Beringharjo, Rabu (5/8). “Omzet penjualan saya drop hingga 80%. Sekarang sudah ada peningkatan, tapi baru 20% saja, belum menutupi biaya produksi,” ucap pedagang bernama Istinah yang sudah berdagang disana selama 11 tahun.

Menanggapi keluhan tersebut menurut Teten  memang bertujuan untuk memastikan apakah program yang dijalankan pemerintah berjalan efektif. “Saya diminta Presiden Jokowi untuk turun ke lapangan, menginvetaris dampak Covid-19, terutama bagi para pedagang pasar-pasar tradisional,” ujarTeten kepada wartawan

Tujuannya, lanjut Teten, agar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk koperasi dan UMKM berjalan dengan efektif dan tepat sasaran. “Kita memiliki Bansos modal kerja untuk pelaku usaha mikro dan kecil yang belum bankable, yang belum pernah mendapat pembiayaan dari lembaga keuangan. Kita akan menyasar 12 juta pelaku usaha dengan bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta per orang,” paparnya yang didampingi Dirut LPDB KUMKM Supomo dan Ketua KSPPS BMT Beringharjo Mursida Rambe.

Selain itu, Teten ingin memastikan kalau program PEN tepat sasaran, juga cepat berjalan dan sesuai kebutuhan pelaku UMKM. “Kita juga ada program membeli produk UMKM, terutama di sektor pangan, sehingga mereka terbantu tak hanya dari masalah pembiayaan tapi juga penjualan,” tandasnya lagi.

Teten pun mengakui, bahwa para pelaku UMKM termasuk pedagang pasar amat terpukul atas pandemi Covid-19. Menurutnya ketika wisatawan menurun drastis, prioritas belanja masyarakat lebih ke makanan dan minuman, maka pedagang baju, aksesoris dan lainnya jelas terpukul.

Untuk itu, Teten menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan KSPPS BMT Beringharjo untuk meringankan cashflow para pedagang di Pasar Beringharjo. “Kita ada perkuatan permodalan dana bergulir dari LPDB KUMKM. Silakan dimanfaatkan dengan baik,” tegas Teten.

Namun begitu Teten optimis, ekonomi dan bisnis di Yogyakarta akan cepat bangkit kembali, karena Yogyakarta dikenal sebagai Kota Kreatif dan memiliki daya saing yang kuat. “Saya berharap, pelaku UMKM di Yogyakarta terus membangun jaringan bisnis dan ekosistemnya secara terintegrasi,” kata Menkop dan UKM.

Hanya saja, Teten mewanti-wanti para pedagang Pasar Beringharjo tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan. “Salah satunya, memakai masker dalam keseharian berdagang harus sudah menjadi kebiasaan yang terus diterapkan,” pungkasnya.

Adapun Ketua KSPPS BMT Beringharjo Mursida Rambe mengatakan, pihaknya sudah melakukan relaksasi bagi para pedagang pasar anggota koperasi BMT Beringharjo. Menurutnya, dia sudah menyarankan para anggota untuk menabung setiap hari di koperasi. Nilainya bisa berapa saja, tergantung dari hasil penjualannya. “Nantinya, tabungan itulah yang dibayarkan ke koperasi untuk cicilan kreditnya,” jelas Mursida. (esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button