Nasional

Untuk Selamatkan Keterpurukan UMKM akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Siap Anggarkan Rp4,967 triliun

Pipnews.co.id, Jakarta – Wabah Covid-19 benar-benar membuat pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil dan manengah (UMKM) cukup terdampak. Setidaknya ada 8,33 juta UMKM yang terimbas. Mereka adalah para pelaku usaha yang mengakses modal kerjanya dari progran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan outstanding Rp 165 triliun. Untuk menyelamatkannya pemerintah pun telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,967 triliun.  

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman, di Jakarta, Rabu (3/6). Menurutnya pemerintah telah memutuskan melalui sejumlah regulasi khusus, terkait pelaksanaan stimulus relaksasi bagi debitur terdampak Covid-19. Karenanya mereka diberikan relaksasi kepada para pelaku koperasi dan UMKM terdampak Covid-19.

Masih kata Hanung, kebijakan KUR bagi calon penerima KUR terdampak Covid-19, terdiri dari beberapa bentuk, yakni relaksasi pemenuhan persyaratan administrasi. Seperti surat keterangan usaha, NPWP atau dokumen lainnya, dan/atau relaksasi pemenuhan berupa penundaan sementara penyampaian dokumen administrasi, sampai berakhirnya pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah. “Kebijakan KUR bagi para penerima KUR terdampak Covid-19 juga termasuk pemberian tambahan berupa subsidi bunga/margin KUR sebesar 6 persen selama 3 bulan pertama, dan 3 persen selama 3 bulan kedua, selama 6 bulan paling lama hingga 31 Desember 2020,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa relaksasi ketentuan khusus KUR bagi para penerima KUR terdampak Covid-19 berupa penundaan pembayaran angsuran pokok, paling lama 6 bulan dan berlaku mulai 1 April 2020 hingga 31 Desember 2020.

Imbuh Hanung, terdapat pula restrukturisasi kredit berupa perpanjangan jangka waktu, penambahan limit plafon KUR, dan/atau penundaan pemenuhan persyaratan administratif dalam proses restrukturisasi, sampai dengan berakhirnya pandemi Covid-19. “Ada sejumlah persyaratan untuk bisa mendapatkan perlakuan khusus bagi para penerima KUR terdampak pandemi COVID-19,” katanya.

Namun juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan, antara lain diambil dari sisi kualitas kredit per 29 Februari 2020, dengan kolektabilitas performing loan (kolektabilitas 1 dan 2), serta tidak sedang dalam masa restrukturisasi atau kolektibilitas performing loan (kolektabilitas 1 dan 2) maupun dalam masa restrukturisasi. “Jika itu terpenuhi, maka dapat diberikan stimulus, dengan syarat restrukturisasi berjalan lancar sesuai PK restrukturisasi, serta tidak memiliki tunggakan bunga dana atau pokok,” tandasnya lagi.

Demikian imbuh dia, para debitur KUR juga diharapkan untuk selalu bersikap kooperatif, atau memiliki itikad baik dan bisa membuktikan bahwa mereka mengalami gangguan usaha dikarenakan penurunan pendapatan/omzet terkait Covid-19, atau alami gangguan terhadap proses produksi sebagai dampak Covid-19. (Eswe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button