MEWUJUDKAN USAHA KOPERASI BIAYA RENDAH


Prof Dr Agustitin Setyobudi MM*

Secara hakekat koperasi sering dirincikan dengan sifat-sifat atau strukturnya yang khas, atau tidak terdapat pada badan usaha lain yaitu identitas ganda. Dimana anggota memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pemilik dan pelanggan. Tetapi yang sering dilupakan adalah makna dari identitas ganda itu sendiri. Sebab, anggota juga didesain sebagai pelanggan.

Identitas ganda sendiri menjadi jati diri koperasi dan mempunyai tujuan untuk memajukan anggota (promosi anggota). Dengan pemilik sebagai pelanggan menciptakan berbagai kemungkinan efisiensi dalam memajukan anggota. Misalnya, pertama kecocokan antara preferensi anggota dengan pelayanan yang disediakan koperasi. Kedua adanya “kedekatan” dengan anggota sehingga menciptakan biaya transaksi yang relatif rendah.

Dengan demikian hakekat koperasi adalah efisiensi. Di samping itu, dasar efisiensi juga berkaitan dengan sifat koperasi sebagai usaha bersama, yang didasari solidaritas atau cooperativisme. Sedangkan usaha bersama memungkinkan menciptakan skala ekonomis atau “efek sinerji” berupa biaya rendah.

Selain kaidah koperasi yang mengarah kepada biaya rendah, juga terdapat kaidah kepada keunikan jasa/produk yang dihasilkan. Yang dalam istilah ekonomi differentiated, karena menghasilkan nilai lebih bagi pembeli atau penggunanya, melebihi harga dari produk itu sendiri

Adapun nilai lebih itu dapat berupa kualitas produknya, sesuai dengan kebutuhan atau karena pelayanan yang tepat dan sebagainya. Produk/jasa yang dihasilkan koperasi di desain untuk memenuhi kebutuhan anggota atau “design for use”.

Dengan kaidah efisiensi tersebut, yakni efisiensi biaya. Berupa biaya produk, biaya transaksi dan produk yang bersifat unik dalam memenuhi kebutuhan anggota dimungkinkan koperasi. Untuk meraih keunggulan kompetitif di dalam melayani kebutuhan anggota juga dalam memanfaatkan peluang.

EFESIENSI BIAYA DAN KEUNIKAN PRODUK

Kebijakan mewujudkan efisiensi berupa biaya rendah dan keunikan produk memerlukan restrukturisasi dari koperasi-koperasi yang ada sekarang. Tanpa hal tersebut koperasi-koperasi yang ada, tidak mungkin dapat menciptakan keunggulan, baik dalam melayani anggota maupun dalam memanfaatkan peluang.

Koperasi yang tidak sesuai dengan kaidahnya sendiri, efisiensi itu akan mengalami kemunduran dan pelan-pelan akan hilang. Perlu ada kebijakan dan restrukturisasi koperasi dalam menuju efisiensi biaya. Yang bertujuan diantaranya untuk, mendorong koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative) dengan inti usaha (core business) yang layak. Mendorong meger/amalgamasi bagi koperasi-koperasi kecil, menentukan kriteria keanggotaan sebagai pemilik dan pelanggan dan hubungan kontraktual antara anggota dengan koperasi. Menerapkan asas proporsionalitas dalam pendanaan dari anggota, menerapkan pendidikan anggota, pengurus, pengelola koperasi yang berkelanjutan. Mendorong kemitraan/aliansi strategic/jaringan usaha, memanfaatkan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan perkoperasian. Menerapkan kaidah-kaidah penghematan dalam koperasi dan mendorong koperasi menjadi koperasi tunggal usaha (single purpose, dengan multicommodity) merupakan upaya untuk menuju efisiensi biaya rendah.

Adapun biaya-biaya yang dapat ditekan dalam koeprasi tunggal usaha (seperti koperasi pertanian, koperasi peternakan dan lain-lain) dibandingkan dengan koperasi serba usaha, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk rapat, lobby dan lain-lain. Biaya mencapai kompromi misalkan mengorbankan satu tujuan demi untuk mencapai tujuan bersama. Selanjutnya biaya organisasi dan informasi.

Koperasi tunggal usaha pada umumnya lebih efisiensi karena memusatkan kepada usaha tertentu sehingga akan mendapatkan pengalaman-pengalaman berharga dan dapat mencapai tingkat efisiensi yang tinggi. Fokus usaha kepada usaha inti atau “core business” yang layak yaitu akan memusatkan usaha koperasi kepada pemenuhan kebutuhan anggota yang relatif belum dapat dipenuhi dengan baik dari pasar.

Dengan memiliki “core business” yang demikian, usaha koperasi akan terhindar dari persaingan yang keras atau persaingan sempurna.°@.

*Penulis adalah Ketua Umum IKPRI.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.