Pendidikan

Format Layanan Lapenkop Dekopin akan Diubah dari Cost Centre Jadi Profit Centre

Pipnews.co.id, Jakarta – Lembaga Pendidikan Koperasi (Lapenkop) Nasional milik Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) yang selama ini berkantor pusat di Kampus Ikopin, Jatinangor-Sumedang Jawa Barat, ke depan ini pengelolaannya akan dibawa ke kantor pusat Dekopin di Jakarta.

Itulah antara lain konsep yang sudah dirancang untuk mendorong lembaga pendidikan itu lebih berdaya guna dan berhasil guna. Apabila selama ini Lapenkop itu cendrung dibiayai, alias cost centre dalam melaksanakan kegiatannya, tidak demikian lagi ke depan ini.

Format layanannya akan diubah menjadi sebuah lembaga profit centre, yang bisa menghasilkan uang, setidaknya dapat membiayai dirinya sendiri. Bahkan, syukur-syukur dapat memberikan kontribusi ke Dekopin.

Wakil Ketua Umum Dekopin Bidang Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (P-SDM) Teguh Budiyana mengatakan, meskipun Lapenkop ini akan dibawa untuk mencari sumber dana untuk pembiayaan, bukan berarti seperti sebuah badan usaha yang mencari untung. Bukan begitu.

“Posisinya sebagai sebuah lembaga pendidikan, tidak berubah. Yang kita coba untuk dikembangkan adalah memberkaya dan memperbanyak sumber pendanaannya. Olehkarena itu ke depan, selain mendapat pembiayaan dari Dekopin misalnya, juga terbuka untuk mencari dana dari donatur- donatur lainnya. Atau dengan kata lain, bisa dengan cara pelatihan dan pendidikan berbayar,” kata Teguh dalam Rapat Koordinasi antar lembaga-lembaga perangkat yang ada di bawah koordinasi P-SDM Dekopin di Jakarta (30/9).

Rapat ini selain diikuti diikuti Lapenkop, juga Badan Koordinasi Wanita Koperasi (BKWK), Badan Koordinasi Pemuda Koperasi (BKPK), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Badan Pusat Informasi Perkoperasian (B-PIP), yang di dalamnya juga termasuk media online pipnews.co.id. Di sana juga tampak sejumlah personil Dekopin diantaranya Direktur Program dan Organiassi Abdul Wahab, S.Trimo dan Joko Sulistiono.

Teguh melanjutkan, untuk mendorong Lapenkop lebih berdaya guna, modul-modul pelatihan dan pendidikan yang selama ini dipakai, misalnya Pelatihan untuk Anggota (PAG), atau untuk Pengurus, Pengawas dan Manager harus lebih diperkaya lagi dengan beragam program pelatihan. Selanjutnya, pelatihan ini diupayakan harus berbayar. “Untuk itu saya sudah memhubung pak Broto, seorang ahli dibidang peningkatan SDM yang tidak asing lagi di Jakarta. Kita nanti akan mencoba memakai konsep dan program dia, lengkap dengan segala nama-nama instansi dan lembaga lainnya, yang boleh jadi bisa dirangkul sebagai pihak donatur. Maka itu, sejak sekarang aset berupa ratusan orang tenaga pelatih dan pemandu yang ada di Lapenkop harus siap-siap menerima konsep baru,” imbuh Teguh, yang juga seorang Tenaga Ahli di Kementerian Koperaasi dan UKM.

Sekadar diketahui, Lapenkop memiliki tiga tingkatan pelayanan, yaitu Lapenkop Nasional, Lapenkop Wilayah (Lapenkopwil) di 34 Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil), dan Lapenkop Daerah (Lapenkopda) di 450 Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) di Indonesia.
Tapi tidak hanya Lapenkop, semua Lembaga yang berada dibawah P-SDM Dekopin diminta oleh Teguh agar ke depan ini dapat lebih menunjukkan eksistensinya dalam berkinerja.

Bukan apa-apa, karena lembaga-lembaga inilah yang menjadi ujung tombak dari pelaksana kegiatan Dekopin. Rapat ini juga membahas tentang perlunya ada Lembaga Kehumasan di Dekopin. Hal ini diusulkan oleh Adji Gutomo, Ketua B-PIP, agar pada struktur kelembagaan di Dekopin pada periode mendatang dapat membentuk adanya Lembaga Kehumasan, yang bisa langsung di bawah Ketua Umum, atau Sekjen Dekopin.

Dipenghunjung rapat, Teguh menegaskan agar masing-masing lembaga dapat menyusun dan membuat buku laporan kegiatan sepanjang lima tahun terakhir ini. Buku laporan ini nanti akan dibawa ke Musyawarah Nasional (Munas) Dekopin di Makasar November mendatang. Salah satu agenda utama di Munas adalah pemilihan Ketua Umum yang baru
periode 2020-2025. (Yan).

admin

Eko Priyanto lahir di kota Wonosobo 27 April 1982, Alumni Sistem Informasi disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta dan memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom). Memulai mengenal pemograman website sejak tahun 2007 hingga sekarang. Saat ini fokus sebagai profesional Web Design dan menjadi penulis dibeberapa blog tutorial miliknya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button