Lapenkop Didorong Untuk Saling Bersinergi dengan Lembaga/Badan di Dekopin

Pipnews.co.id, Jakarta 13 September 2018

Lembaga Pendidikan Koperasi Nasional (Lapenkopnas) milik Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), didorong untuk untuk dapat saling bersinergi dengan Lembaga Perangkat maupun Badan-Badan yang ada di tubuh Dekopin.

Itulah antara lain satu diantara lima kesimpulan yang patut dicatat dari Rapat Koordinasi dan Evaluasi Lapenkopnas, yang digelar di Ruang Rapat Dekopin pusat, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. pekan lalu.

Hadir dalam acara yang dibuka Ketua Komite Pendidikan Dekopin Endang Susanto, Wakil Ketua Umum Dekopin Prof. Rully Indrawan, Direktur ADM Dekopin M. Nasir Manan, Direktur Orlem Dekopin Abdul Wahab, Direktur Luar Negeri Dekopin Ilham Nasai dan Direktur Lapenkopnas Arifuddin. Di sana juga tampak Ketua Badan Komunikasi Wanita Koperasi (BKWK ) Yetti Arief, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Ujang Gunawan, Redaksi Pipnews.co.id Yannes Sipahutar, Staf Badan Pengelola Pusat Informasi Perkoperasian (BP-PIP) Pitta Mery dan S Trimo dari Sekretariat Dekopin.

Adapun empat kesimpulan lainnya yang harus dilaksanakan Lapenkop adalah (1). Me-Review kembali Lapenkopnas, Lapenkopwil maupun Lapenkopda. ( 2) Menyusun program Lapenkop tahun 2019, (3) Pembuatan Renstra Lapenkop, (4) Penguatan LSP, BKWK dan BP-PIP (Pipnews.co.id) melalui sinergi antar Badan-badan dan Lembaga perangkat yang ada di Dekopin.
Menurut Prof Rully, didorongnya Lapenkop saling bersinergi dengan Lembaga maupun Badan yang ada di Dekopin, akan membawa manfaat nyata bagi kedua belah pihak. Ambil contoh dengan Pipnews, bisa saling berkontribusi dalam menyebarluaskan pemberitaan tentang kegiatan yang sudah dan yang akan dilakukan Lapenkop.

“Sementara dengan BKWK, bisa diwjudkan dalam bentuk kerjasama pelaksanaan pelatihan dan pendidikkan. Jika misalnya ada kegiatan pelatihan dan pendidikan dalam program kerja BKWK, sah-sah saja, BKWK memfungsikan para pemandu yang ada di Lapenkop. Sebaliknya, BKWK bisa dimanfaatkan Lapenkop untuk mempromosikan kegaiatannya untuk dijual ke masyarakat,” ujar Rully.

Sementara itu, Abdul Wahab mengatakan dalam upaya lebih memfungsikan pergerakan di Lapenkop, sesungguhnya banyak modul dan program pelatihan dan pendidikan yang bisa dijual ke masyarakat maupun instansi-instansi pemerintah. Hanya saja, apakah progam dan modul itu memang dibutuhkan, itu persoalannya.

“Setahu saya di kementerian – kementerian dan kantor lembaga negara, banyak anggaran di sana yang khusus ditujukan untuk kegiatan pelatihan dan pendidikan. Coba Lapenkop menjajaki peluang itu,” kata Wahab.

Dalam kesempatan ini Arifuddin telah melaporkan capaian kinerja Lapenkop hingga pertengahan tahun 2018, sebagai berikut. (1) Terdidiknya 1.040 orang anggota koperasi, 61 dari 250 angkatan (24,40 %), (2) Terlatihnya 80 orang Pemandu Dasar 1 (PPD-1) 8 dari 10 angkatan (80 %), (3) Terlatihnya 80 orang Pemandu Dasar 2 (PPD-2) 4 Angkatan (100 %), (4) Terlatihnya 60 orang Pemandu Pilihan 1 (PPP-1) 3 dari 4 Angkatan (75 %), (5) Terlatihnya 20 orang Pemandu Pilihan 2 (PPP-2) 1 Angkatan (100 %), (6) Terlatihnya Pelatih (TOT), 1 dari 2 Angkatan (50 %). (Yannes)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.