Uncategorized

Bank BPD Bali Usulkan Penempatan Dana Pemerintah Rp 700 Miliar untuk Menopang Permodalan UMKM

Pipnews.co.id, Denpasar – Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) kembali mengusulkan untuk mendapatkan penempatan dana pemerintah mencapai sebesar Rp 700 miliar. Dana tersebut diharapkan dapat mendorong perekonomian Bali terutama untuk menopang sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) selama pandemi Covid-19 ini.

Direktur Utama Bank BPD Bali Nyoman Sudharma mengatakan, tahun ini pihaknya akan siap menyalurkan dana penempatan pemerintah termasuk dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Tahun ini kami mengusulkan minimal Rp 700 miliar, dan jumlah tersebut sama dengan nilai dana penempatan tahun 2020 lalu,” kata Nyoman dalam  siaran pers di Renon, Denpasar (4/2/2021).

Nyoman menyebutkan, dana penempatan pemerintah tahun 2020 tersebut telah digulirkan kurang lebih Rp 2,3 triliun dalam bentuk kredit konsumer, UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun korporasi dalam upaya menggerakkan ekonomi. “Menggerakkan ekonomi tidak hanya sekadar menyasar kalangan UMKM saja, namun harus  dapat memenuhi permintaan semua masyarakat Bali,” imbuh Nyoman Sudharma lagi.

Lebih rinci Dirut Bank Bali itu menguraikan, di tahun 2021 Bank Bali mengharapkan peningkatan penyaluran KUR dengan target mencapai Rp 830,28 miliar dengan rincian sebagai berikut. KUR super mikro sebesar Rp 44,88 miliar (5,41%), KUR Mikro sebesar  Rp 84,15 miliar (10,14%) dan KUR kecil sebesar Rp 701,25 miliar atau setara 84,45 %  dari yang ditargetkan.

Menurut Nyoman, upaya peningkatan penyaluran KUR akan dilakukan dengan beberapa strategi antara lain dengan penyaluran kredit pada sektor sektor primer seperti sektor pertanian untuk meningkatkan kemandirian pangan serta mengurangi ketergantungan hsektor pariwisata dan memastikan pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan di Bali maupun penyaluran kredit sektor prioritas UMKM. “Salah satunya pada sasaran perempuan atau ibu rumah tangga melalui kelompok PKK, pekerja pariwisata yang di PHK, maupun kluster ekonomi produktif lainnya,” kata Nyoman.

Untuk memastikan pencapaian  KUR di tahun 2021, Bank BPD Bali juga akan melaksanakan layanan kepada nasabah diakhir pekan melalui program Pekan Layanan UMKM sehingga dapat mengakomodasi calon debitur yang menbutuhkan informasi mengenai KUR maupun produk kredit lainnya, namun tidak bisa datang ke bank atau tidak ada waktu bertemu dengan petugas bank pada hari kerja.

“Penyaluran KUR juga menjadi salahb satu upaya Bank BPD Bali untuk mendukung progaram pemerintah dalam rangka PEN. Dengan pemberian akses permidalan berbunga rendah diharapkan dapat membantu pelaku UMKM untuk bertahan dan tetap berkembang di masa pandemi,” ujar Nyoman.

Suku bunga KUR yang dikenakan sama debitur masih sangatmuda rendah, yaitu sebesar 6 persen per tahun dan sesuai siaran pers dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI pada 28 Desember 2020 kepada debitur diberikan subsidi bunga tambahan sebesar 3 persen sehingga pada akhirnya debitur hanya menanggyng beban bunga rata rata sebesar 3 persen. Adapun syarat debitur KUR yang dapat menerima subsidi bunga KUR adalah debitur yang kualitas kredit baik (performing loan) dan kredit debitur yang tidak memiliki tunggakan. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button