BP-PIP Bertekad Ciptakan Pemberitaan Online Perkoperasian Dicintai Masyarakat Koperasi


Sekjen Dekopin M.Sukri dan Direktur BP-PIP Adji Gutomo berpose dengan awak pipnews.co.id dari berbagai daerah.

pipnews.co.id, Bogor – Menyikapi perkemangan berita online saat ini yang sudah sangat tren. Bahkan kini keberadaanya sudah menggusur berita cetak. Tak dipungkiri media online memang mempunyai kelebihan kecepatan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dimana saat itu ada kejadian atau peristiwa, saat itu pula beritanya langsung beredar memenuhi langit dan jagat maya. Tak heran jika tren situs berita online itu, kini dimiliki hampir setiap lembaga atau perusahaan, baik yang beraviliasi bisnis maupun sosial, politik, budaya, dll.

Maka tak berlebihan jika organisasi kawakan seperti Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) yang konsen menaungi perkoperasian di tanah air ini, juga berkepentingan memiliki situs berita online yang khusus menampilkan berita-berita seputar perkoperasian. Yang mana pengelolaan pemberitaan dan sekaligus sebagai Humasnya (hubungan masyarakat) adalah BP-PIP, yakni lembaga perangkat Dekopin hasil konggres koperasi Tasikmalaya, Jawa Barat pada 1947.

Merasa mempunyai tugas yang tidak kecil, maka BP-PIP setidaknya dalam satu tahun sekali melakukan konsolidasi dengan biro-biro di daerah. Namun, Dekopin yang juga mempunyai kepanjangan tangan di daerah-daerah, seperti Dekopinwil di tingkat provinsi dan Dekopinda di tingkat kabupaten/kota. BP-PIP juga sama memiliki jaringan dan masing-masing punya fungsi dan peran, yakni menginformasikan kegiatan seputar perkoperasia di daerah masing-masing. Nah untuk tetap menjaga soliditas dalam menjalankan visi misi tersebut, pastilah selalu ada koordinasi dan konsolidasi rutin.

Demikian di antara pemaparan Direktur Badan Pengelola – Pusat Informasi Perkoperasian (BP-PIP), yang  membawahi portal berita pipnews.co.id, Adji Gutomo, di hadapan peserta konsolidasi bertempat di Gumilang Hotel & Convetion, Puncak, Bogor Jawa Barat, Kamis, (25/4).

Adji menambahkan dalam acara yang digelar selama tiga hari (25 – 27 April) ini, hasilnya akan disampaikan kepada forum Munas Dekopin. Yang selanjutnya akan dijadikan acuhan merumuskan kebijakan program kerja dan langkah-langkah kedepan yang selalu mengikuti perkemangan jaman. “Mari kita semua menggali ide dan pemikiran yang brilian untuk kita tuangkan dalam kesimpulan dari pertemuan ini yang nanti kita sampaikan dalam forum Munas Dekopin pada tahun ini. Selanjutnya menjadi arahan kebijakan yang akan kita lakukan demi kemajuan lembaga kita kedepannya,” ujarnya.

Sementara Muhamad Sukri Sekjen Dekopin yang membuka acara tersebut, menyambut baik langkah-langkah BP-PIP. Bahkan kata dia, apa yang dilakukan ini sesuai program kerja kesekjenenan, yakni akan membenahi perangkat struktur organisasi di tubuh Dekopin maupun badan-badan dan lembaga di bawah naungan Dekopin, berjalan sesuai jobdisnya masing-masing.

Terkait konsolidasi Tim Redaksi Pusat dan Daerah yang merupakan salah satu tugas BP-PIP sudah tepat karena akan terukur kinerjanya sesuai tupoksi.
“Untuk itu kami akan merevitalisasi unit-unit kerja di naungan Dekopin, supaya lebih teratur dan mencapai target,’ ujarnya.

Ia mencontohkan misalnya renstra yang sudah dibuat tetapi belum bisa direalisasikan. Karenanya jobdis harus dibuat oleh masing-masing person yang pegang jabatan. “Misalnya rencana kegiatan sesuai program kerja yang telah dibuat, berapa target yang terealisasikan, apa yang belum dan kendalanya apa saja. Tapi selama ini tak juga bikin laporan,” tandas Sukri.

Sukri juga menyinggung perihal terbatasnya dana sehingga mempengaruhi terhadap tercapainya program kerja. Tapi dia meyakinkan bahwa kedepan akan dapat pagu lebih besar dan juga bisa dapat dari luar APBN.
“Sebab Dekopin bisa kerja sama dengan kementerian lain, seperti untuk pendidikan anggota koperasi, bisa meminta alokasi anggaran dari kementerian pendidikan, maupun Kemenpora karena yang kita didik adalah anak anak muda yang berkoperasi. Dekopin menang tidak terikat dengan Kemenkop saja,” paparnya lagi.

Khusus mengenai pemberitaan perkoperasian oleh pipnews.co.id, imbuh Sukri banyak koperasi besar yang membutuhkan. Sebab katanya mereka  butuh pemberitaan yang masif tentang perkoperasian. Mengingat media lain mengambil porsinya sangat kecil.

Dimana kesekjenan di bawah kendalinya, ia akan membuat web Dekopin. Nantinya web tersebut akan memuat info-info apa saja terkait koperasi dan jelanya non komersial. Makanya yang didorong ke arah komersial adalah PIP. “Kelebihan kita sudah punya captive market yakni koperasi dan gerakan koperasi. Meskipun landing capital tidak punya modal besar. Tidak seperti media online lain yang didukung modal besar, perangkat dan infrastruktur oleh owner-nya bermodal besar, kita secara perlahan juga bisa besar, asal tetap semangat dan tekadnya kuat,” pungkasnya. (Awes).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.