NasionalUncategorized

Budi Gunadi Sadikin : Kontribusi Swasta Terhadap PDB Nasional Lebih Besar, BUMN Hanya 30%

Pipnews.co.id, Jakarta – Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin menyebut. besaran kontribusi swasta jauh lebih besar dari kontribusi perseroan plat merah (BUMN) yang hanya menyumbang pertumbuhan PDB nasional sebesar 30 persen. Karena itu dia menegaskan, tanp keterlibatan swasta maka pertumbuhan ekonomi nasional   sulit dilakukan, khususnya mendorong ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) mencatat salah satu faktor pendorong ekonomi nasional datang dari pengelola ekonomi swasta. Dalam catatan BUMN, sektor swasta menyumbang 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Jadi terkait pandemi Covid-19 sekarang, kalau kita mau tingkatkan ekonomi Indonesia. sulit atau tidak mungkin dilakukan hanya dengan pemerintah saja melalui BUMN nya. Pemerintah harus bisa ajak swasta untuk terus berpartisipasi,” kata Budi dalam acara Lemhanas virtual di Jakarta (8/10).

Dengan demikian pemerintah harus terus mendorong sektor swasta untuk berpartisipasi menolong ekonomi nasional yang terkontraksi di saat pandemi Covid-19.

Menurut Budi, ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah untuk melibatkan pihak swasta. Salah satunya adalah rumusan regulasi yang mampu mengakomodir tidak hanya kepentingan negara dan masyarakat luas, namun juga kepentingan pihak swasta.

Dalam konteks ini. bila regulasi dinilai menghambat pihak swasta, maka otomatis keterlibatan mereka untuk mengembangkan dan memajukan dunia ekonomi dalam negeri sulit dilakukan.

“Berbeda dengan kementerian dan lembaga, Kepala Negara (Presiden) tidak memiliki instrumen seperti bajet, dan bisa menentukan orangnya di swasta, hanya busa membuat aturan, kalau aturannya bagus, swastanya bergerak, sebaliknya kalau aturannya tidak bagus swastanya tidak bergerak, maka ekonomi tidak bergerak juga,” ujarnya.

Saat ini, peran Presiden dalam  mendorong pertumbuhan ekonomi hanya dengan menggunakan dua modal atau instrumen, yaitu melalui anggaran yang diberikan kementerian dan lembaga. Kedua melalui sejumlah BUMN. Dua pilar ini kontribusinya.

“Walaupun BUMN terbuka (Tbk) tidak sekuasa itu, tapi akses beliau masih ada. Dua pilar ini kontribusinya sekitar 30 persen dari total ekonomi Indonesia,” ujarnya. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button