Uncategorized

Digitalisasi di Era Milenial oleh Inkopdit Sudah Merupakan Keharusan


pipnews.co.id, Denpasar – Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) telah melakukan peran dan fungsinya membina anggotanya di seluruh Indonesia untuk melakukan digitalisasi dalam sistem operasionalnya. Tujuannya agar tetap berkompetitif di era milenial yang akrab dengan teknologi kini.

Selain itu koperasi kredit juga harus inovatif dan mulai menerapkan platform digital. Dengan mengacu platform inovasi, maka di internal koperasi yaitu pengurus, pengawas, anggota, pengelola dan karyawan harus memiliki kesadaran, perihal inovasi merupakan suatu keharusan. Apalagi di era digitalisasi industri 4.0 seperti sekarang, maka inovasi pun tiada batas.

Demikian diungkapkan Deputi Bidang Kelembagaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Luhur Pradjarto, di Denpasar, saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Inkopdit di Denpasar, Bali, Minggu (23/6).

Luhur menambahkan, Kementerian Koperasi dan UKM sangat mengapresiasi kepada Inkopdit l yang menyelenggarakan RAT tahun buku 2018 didahului dengan lokakarya dengan tema “Digitalisasi di era milenial dalam rangka keberlanjutan Gerakan Koperasi Kredit Indonesia” yang diikuti oleh anggota Inkopdit dan anggota koperasi kredit dari berbagai provinsi.

“Kegegiatan lokakarya ini merupakan salah satu implementasi prinsip koperasi, yaitu pendidikan, guna meningkatkan wawasan bagi pengurus, pengawas, anggota, pengelola, maupun karyawan,” jelasnya.

Terkait kopdit imbuh dia, perkembangan koperasi kredit di Indonesia tidak terlepas dari prinsip yang digagas oleh Raiffeisen seorang walikota di Jerman pada abad 19 yang mengembangkan kredit union. Oleh karena itu, dalam membangun dan mengembangkan koperasi kredit di Indonesia selain mengacu pada prinsip perkoperasian, juga mengacu pada tiga pilar yang dikembangkan oleh Reiffeisen pada waktu itu.

Pertama, swadaya, artinya menolong dan berupaya dari dirinya sendiri, kedua, melakukan pendidikan. “Pemberian pendidikan tidak hanya kepada pengurus tetapi juga kepada sumberdaya manusia koperasi termasuk pengawas  anggota, manajer, dan karyawan,” jelasnya lagi.

Ketiga, solidaritas, artinya sesama pengurus, pengawas, anggota, pengelola dan karyawan harus ada saling menolong, membangun, dan memperkuat, sehingga kinerja koperasi akan lebih kuat. “Dengan mencermati perubahan lingkungan strategi dan semakin berkembangnya teknologi dan informasi, maka pilar yang keempat adalah inovasi,” tandas Luhur.

Adapun platform inovasi kata dia, bertumpu pada dua faktor yaitu faktor orang (mental system), seorang hendaknya mampu berpikir dan kreatif untuk menggagas ide-ide yang inovasi. Sedangkan faktor lingkungan (environment), artinya orang tersebut diberikan ruang gerak, lingkungan dan kesempatan untuk mengimplementasikan inovasinya.

Hal kelima, yakni persatuan dalam kebhinekaan, dimana sebagai Inkopdit yang mempunyai sebaran keanggotaan di setiap provinsi dengan berbagai karakter dan budaya, hendaknya dapat menjaga dan memperkuat persatuan, pesan Luhur.

Sementara, I Gde Indra Putra, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, mengapresiasi Inkopdit yang memilih Provinsi Bali sebagai tempat penyelenggaraan Lokakarya dan RAT TB 2018. “Diharapkan para peserta juga mengunjungi koperasi perkreditan yang ada di Provinsi Bali sekaligus mengunjungi obyek wisata,” katanya.

Djoko Susilo, Ketua Umum Inkopdit menyampaikan bahwa lokakarya tersebut, tidak lain untuk menambah pengetahuan kepada anggota agar dalam memberikan pelayanan kepada anggotanya, menggunaakan aplikasi berbasis teknologi informasi yang cepat.

Dengan jumlah anggota di tingkat koperasi yang sudah mencapai sekitar 3 jutaan, perlu memberikan pelayanan yang cepat dan mudah. Dalam upaya mengembangkan usaha pelayanan dana perlindungan bersama (Daperma), jelas Djoko, Inkopdit akan melakukan kerja sama dengan PT AXA yang bergerak di bidang asuransi, dengan lingkup kegiatan pendampingan manajemen dalam hal pengelolaan usahaa suransi. “Selain itu, Inkopdit juga telah mengembangkan usaha Siskodit untuk memberikan pelayanan kepada anggota di era milenial,” pungkas Djoko. (Slamet AW).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button