Gubernur Sumut Dorong Petani Bawang Merah Membentuk Koperasi

Pipnews.co.id, Deliserdang – Diperlukan pembinaan petani, untuk peningkatan produktivitas lahan dan peralatan pendukung yang memadai serta pembentukan koperasi. Nantinya, petani bisa mendapatkan modal usaha tani dari koperasi dan tidak lagi bergantung kepada tengkulak.

Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi mengatakan hal tersebut, saat mengikuri panen raya bawang merah bersama petani di Desa Liang (Rumah Liang) Pematang, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, Kabupaten Deliserdang, Sumut (17/7).

Dengan membentuk koperasi sebagai wadah bersama bagi para petani barang merah, akan semakin memudahkan para petani untuk mendapatkan persediaan guna meningkatkan produksi bawang merah. Meskipun demikian, Pangkostrad sebelumnya, untuk mensukseskan program pembentukan koperasi peran pemerintah kabupaten, dalam hal ini Dinas Koperasi dan UKM sangat dibutuhkan untuk melakukan pembinaan dan pembinanya.

Menurut Edy , di setiap sentra pertanian seperti ini selalu ada predator, tengkulak-
tengkulak, yang selalu menyusahkan perani saja. “Bayangkan ada petani harus
kehilangan tanahnya karena terlilit hutang tengkulak. Kita akan dirikan koperasi biar petani-petani kita terbantu, biar mereka tak berhubungan dengan predator- predator itu,” imbuhnya lagi.

Edy Rahmayadi didampingi Wakil Bupati
Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar, Pelaksana Harian Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumut Bahruddin Siregar MM, dan Kabid Sarana Prasarana Dinas TPH Provinsi Sumut Jonni Akim Purba. Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumui memberikan bantuan kepada petani
bawang terdiri dari satu unit traktor tangan, lima unit hand sprayer, dan 100 kg bibit bawang merah. Bantuan ini sebagai wujud perhatian pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan petani.

Sebelumnya, Edy Rahmayadi juga menghibahkan lahan pertanian seluas 2
hektare untuk ditanami bawang merah, tiga ruang kelas baru, 38 unit komputer bersama servernya ke SMKN 1 Binaan STM Hulu. “Bantuan itu harus dapat dimanfaatkan para pelajar, sehingga bisa
membantu masyarakat mengembangkan pertanian Sumut, khususnya di STM
Hulu,” imbuh Edy.

Gubernur juga mengimbau kabupaten/kota di Sumut terus mengembangkan
potensi daerahnya. Kecamatan STM Hulu misalnya, selama ini kesohor dengan
tanaman salak dan ke depan bertambah menjadi sentra pertanaman bawang
merah. Begitu juga dengan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas)
dengan kopinya dan Tanah Karo dengan sayur-mayur seperti tomat, kol dan
tanaman lainnya.

“Kemarin saya ke Batubara, mereka menanam cabai merah dalam skala besar. Potensi-potensi ini harus terus kita kembangkan untuk memajukan masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya, seperti dilansir Berita satu.com.

Di lahan pertanaman bawang merah itu, Gubsu sempat berdialog dengan
sejumlah petani yang sejak siang telah menanti kehadirannya. “Lahan yang
dipanen ini milik saya pak,” ujar Bahagia Tarigan yang juga Kepala Desa Rumah
Liang, saat Gubernur menanyakan pemilik areal pertanaman bawang itu.

Edy juga elihat serius mendengarkan penjelasan seputar budidaya bawang dari petani setempat. “Lahan dengan ketinggian 800 an meter di atas permukaan laut ini sangat cocok bila ditanam bawang merah,” papar Bahagia Tarigan.

Bahagia mengklaim tidak sedikit lahan di kawasan STM Hulu yang bisa dimanfaatkan untuk pertanaman bawang merah. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.