Uncategorized

Kawasan Lembang Tempat Domisili KPSBU, Merupakan Tempat Pertama Pengembangan Produksi Susu di Indonesia

Pipnews.co.id, Bandung – Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) yang berada di kawasan dingin Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, adalah satu di antara puluhan koperasi produksi susu di tanah air. Boleh dikatakan koperasi ini merupakan koperasi susu paling sukses dan jaya dengan aset sekitar Rp104 miliar. Jumlah anggota 7.400 orang dengan produksi susu segar antara 130 – 150 ton perhari, yang dihasilkan dari populasi ternak sapi perah sekitar 21.361 ekor. Adapun koperasi yang didirikan pada 1971 ini diketuai Dedi Setiadi ini, kini dalam operasionalnya mempekerjakan 255 orang.

Namun demikian yang dibicarakan lebih jauh dalam konteks ini, bukan soal perjalanan KPSBU, melainkan soal keberadaan Lembang. Yang mana kawasan ini adalah menjadi wilayah pertama di Indonesia sebagai tempat pengembangan produksi susu segar. Artinya pula sebagai tempat pertama pengembangan ternak sapi perah. Faktanya susu segar memang diperas dari sapi perah. Tentang kenapa hal ini diungkap sekarang karena bertepatan dengan Peringatan Hari Susu Internasional ke-19 yang jatuh pada 1 Juni 2020. Hari Susu Dunia ditetapkan 1 Juni, diumumkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada 2001.

Lantas bagaimana ceritanya susu segar bisa diproduksi di tanah air, itu terjadi semasa zaman kolonial, saat Belanda menjajah Indonesia. Kala itu masyarakat Indonesia tidak mengenal susu segar karena populasi ternak sapi perah memang tidak ada di Indonesia. Karena itu kebutuhan susu untuk konsumsi orang Belanda yang memang gemar minum susu didatangkan dari Eropa.

Dulunya masyarakat Pribumi tidak menkonsumsi susu, bahkan nenganggapnya produk menjijikkan. Orang Indonesia kala itu memandamg sama dengan darah putih atau nanah yang berasal dari sapi atau kerbau. Sehingga orang Indonesia waktu itu tidak memanfaatkannya sebagai bahan pangan sehari hari.

Dengan datangnya bangsa Eropa terutama Belanda ke Hindia Belanda, bisa dikatakan mengubah pola pandang mengenai susu dan membawa budaya minum susu masuk ke Indonesia. Awalnya bangsa Eropa harus mendatangkan sapi impor dari negara lain agar kebutuhan pangan dan susu terpenuhi. “Namun akhirnya Belanda membudidayakan susu di Indonesia dengan mendatangkan sapi perah dari India, Belanda dan Australia pada abad 19 – 20,” kata Sejarawan makanan, sekaligus dosen Universitas Pajajaran Fadli Rahman, seperti dilansir Kompas.com (1/6).

Masih cerita Fadli, sapi perahm di Indonesia diimpor bergelombang dan pemeliharaan pertama, dikembangkan di seputar kawasan pegunungan Lembang sekitar 15 km dari kota Bandung arah utara. Kenapa ke sini, karena suhu hawa dinginnya persis hampir sama dengan di Belanda.

“Itulah alasannya mengapa dikembang di sini, karena memang populasi sapi perah bisa berkembang harus di tanah dingin. Dari Lembang inilah kemudian disebarkan ke daerah lain misalnya Pangalengan, masih di Jawa Barat. Di daerah Jawa Timur dikembangkan di Pujon, Nongkojajar, Batu dan Malang, sedang di Jawa Tengah ada Boyolali dan Salatiga,” pungkas Fadli.

Peran GKSI

Dalam perkembangan sekarang boleh dikatakan susu segar di tanah air diproduksi peternak anggota koperasi susu yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Nasional yang beranggotakan tiga GKSI daerah, yaitu GKSI Jawa Barat, GKSI Jawa Tengah/Yogyakarta dan GKSI Jawa Timur. Tak dipungkiri peran GKSI cukup penting diantaranya menjembatani pemasaran susu diserap oleh industri pengolah susu (IPS) atau pabrikan pengoleh susu skala besar, sebelum koperasi belakangan juga mampu mengolah menjadi eragam varian produk kaya rasa.  

Dari catatan yang diperoleh Pipnews.co.id dari Ketua GKSI Nasional Dedi Setiadi mengatakan, bahwa data terakhir (2018) perkembangan koperasi susu di Indonesia adalah sebagai berikut. GKSI Jawa Barat (koperasi primer 16 unit dengan anggota peternak 16.019 orang, populasi ternak 57.661 ekor sapi dengan produksi susu 415 ton perhari. GKSI Jawa Tengah/Yogyakarta (koperasi primer 14 unit dengan anggota peternak 17.144 orang, populasi ternak 42.913 ekor dengan dengan produksi susu 135 ton perhari).

GKSI Jawa Timur (primer koperasi 128 unit dengan anggota peternak 41.926 orang, populasi ternak 130.683 ekor dengan produksi susu 769 ton perhari. Sebagian  besar dari produksi susu ini dijual ke Industri Pengolahan Susu (IPS) diantaranya PT Prisian Flag Indonesia, PT Nestle, Nutri food dan Prima Lakto Sehat. Hanya sebagian kecil yang dikonsumsi langsung atau diolah sendiri. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button