Kemenkop dan UKM Bersama ASEAN-BAC Berkolaborasi Dukung UKM Go-Global

Pipnews.co.id, Jakarta – ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) bersama Kementerian Koperasi dan UKM menggelar acara Pilot Launch AMEN, bertempat di gedung Smesco Indonesia, di Jakarta, Kamis, (12/9).

Adapun ASEAN Mentorship for Entrepreneurs Network (AMEN) merupakan program yang diinisiasi ASEAN-BAC dan menjadi salah satu Priority Deliverables pada 2019 oleh ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME).

Sedangkan AMEN digagas oleh Filipina dengan tujuan utama membentuk suatu wadah bagi UKM guna mengakses 3M (Money, Market, Mentorship), serta untuk meningkatkan kapasitas, produktivtas dan mendorong UKM untuk bisa naik kelas.

Ada tiga elemen penting yang ingin dicapai dalam proyek ini. Yakni, pertama mencetak mentor tersertifikasi. Kedua, menyusun modul mentoring, dan ketiga adalah membentuk akademi bagi mentor. Sedangkan pengembangan model kurikulum mentorship di kawasan ASEAN ini menjadi penting, untuk merumuskan sebuah pedoman dan standar pembinaan UKM di tingkat regional ASEAN. Selanjutnya untuk diadopsi oleh masing-masing negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia.

Sementara itu Pilot Launch AMEN mendiskusikan tentang modul mentorship yang nantinya diimplementasikan pada skala regional ASEAN dengan para UKM dan Mentor.

Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara ASEAN yaitu Malaysia, Indonesia dan Filipina untuk launching pilot project modul ASEAN mentorship yang dilaksanakan di Gedung Smesco, Kementerian Koperasi dan UKM.

Menurut Victoria br Simanungkalit, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM menuturkan bahwa kontribusi PDB UMKM Indonesia mencapai 60,34% dan dan berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lebih dari 97%. “Kami berharap melalui program AMEN, para pelaku UKM dan Pemerintah bersama Private Sector dapat bersama-sama berkomitmen mengembangangkan UKM hebat yang menguasai pasar nasional dan mampu berbicara di level regional maupun global,” jelasnya.

Melihat potensi UKM yang begitu besar terhadap perekonomian Indonesia kata dia, maka sinergitas antar stakeholder dalam penyusunan modul mentoring, sangat krusial untuk dilakukan dalam rangka pembinaan UKM guna membantu UKM go-Global.

Sementara itu menurut Anangga Roosdiono Chairman ASEAN-BAC, masukan dari para pelaku usaha, terutama UKM akan sangat bermanfaat untuk mempersiapkan modul sebagai fondasi pelaksanaan AMEN kedepan. Ia menambahkan, pengembangan model kurikulum mentorship di kawasan ASEAN ini menjadi penting, dalam merumuskan sebuah pedoman dan standar pembinaan UKM di tingkat regional ASEAN. “Selanjutnya dapat diadopsi oleh masing-masing negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia,” ujarnya.

Masih kata Anangga, saat ini keberadaan program inisiasi AMEN sudah membuat 10 modul mentoring yang terdiri dari: Mindset Entrepreneur, Pemasaran, Bisnis Model Canvas, Manajemen Operasi, Digitalisasi, Akuntansi dan Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Inovasi Pasar, Internasionalisasi, dan modul tentang Good Governance. “Ke 10 modul yang sudah dibangun nantinya akan diujikan dan dikomentari oleh seluruh stakeholder yang hadir pada pelaksanaan pliot launch AMEN,” jelasnya lagi.

Tercatat lebih dari 100 orang hadir dalam Pilot Launch AMEN yang terdiri dari 10 mentor; 30 mentees/UKM komoditas makanan dan minuman, kriya, dan fesyen dari 6 provinsi (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta), 5 Big Brothers yang berasal dari Astra International melalui Yayasan Dharma Bakti Astra, Martha Tilaar, Sido Muncul, Indofood, dan Indomobil, perwakilan ASEAN-BAC dan ACCSMSE dari 6 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Singapura dan Laos) serta observer yang berasal dari Kementerian dan Lembaga terkait.

Tentang ASEAN BAC

ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) merupakan badan tertinggi sektor swasta di ASEAN yang dibentuk pada tahun 2003 oleh KTT ASEAN sebagai penasihat kepala-kepala negara ASEAN terkait Bisnis di ASEAN. Setiap tahun, ASEAN-BAC mendapat kerhormatan untuk berdialog dengan dengan kepala-kepala negara secara langsung dan menyampaikan rekomendasi-rekomendasi yang dapat membuat bisnis di ASEAN menjadi lebih baik dan siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sedangkan ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME) merupakan salah satu working grup di ASEAN yang bertugas untuk merumuskan kebijakan, program dan kegiatan dalam pengembangan UKM di Regional ASEAN. (Slamet AW).

Victoria br Simanungkalit Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.