Kemenkop dan UKM Capai WTP, Bertekad Terus Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Anggaran

pipnews.co.id, Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Kementerian Koperasi dan UKM, atas laporan Keuangan tahun anggaran 2018.   Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) keuangan tersebut diterima Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, pada Rabu, (12/6) di Jakarta.

Penyerahan LHP laporan keuangan Kementerian/Lembaga dilakukan oleh anggota II BPK, Agus Joko Pramono. Acara tersebut juga dihadiri beberapa Menteri Kabinet Kerja, diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani,  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita,  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Bambang Brodjonegoro,  Kepala BPKM Thomas Lembong dan sejumlah pimpinan lembaga lainnya.  

Predikat opini WTP dari BPK itu telah diterima Kementerian Koperasi dan UKM selama lima tahun berturut-turut pada periode 2014-2018

Menanggapi capaian tersebut,  Irjen Kemenkop dan UKM, Adi Trisnojuwono, mengatakan, hal itu sebagai salah satu indikator upaya sungguh-sungguh dari pemerintah, untuk terus memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel. “Hal ini dapat menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing,” tandasnya.

Adi menambahkan, dalam pengelolaan anggaran, Kemenkop dan UKM senantiasa berupaya memenuhi azas kepatuhan sesuai standar akuntansi keuangan negara. “Kemenkop dan UKM akan terus meningkatkan kinerja pengelolaan anggaran secara baik, dengan pengawasan internal yang intensif dan berkelanjutan pada semua unit kerja,” tuturnya lagi.  

Sementara itu Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam sambutan tertulis yang dibacakan Menteri Keuangan Sri Mulyani, menyampaikan selamat kepada K/L yang telah mencapai opini WTP melalui kerja keras dan kerja sama yang baik dengan BPK.  

“Hasil WTP tersebut agar dapat diterjemahkan dalam bentuk manfaat anggaran yang berguna bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” kata Darmin dalam sambutannya.  

Ia mengharapkan semua K/L semakin meningkatkan Sistem Pengendalian Internal agar menjadi entitas  yang akuntabel dan dipercaya mengelola sumber daya keuangan negara sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara lebih baik. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.