Uncategorized

Kemenkop dan UKM Minta Generasi Muda Ubah Mindset dari Pencari Kerja jadi Wirausaha


Pipnews co.id, Karawang – Pertumbuhan ekonomi nasional bisa meningkat, bila UMKM ditingkatkan kapasitas usahanya. Pasalnya, jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 99,97% dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 97% dan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 60%. Selain itu, pemerintah akan terus mencetak wirausaha-wirausaha baru, terutama dari kalangan kampus.

Demikian disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan dalam acara seminar nasional, yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Singaperbangsa (Himmas) berema “Build a Creative and Innovative Young Enterpreneurial Spirit” di Karawang, Jawa Barat, Minggu (20/10).

Karenanya, di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang, Prof Rully meminta agar para mahasiswa untuk keluar dari mindset sebagai pencari kerja setelah lulus nanti dan merubahnya menjadi wirausaha. “Menjadi wirausaha di bidang ekonomi kreatif itu potensinya sangat besar. Untuk menggali kreatifitas, kita harus out of the box atau harus berbeda dengan orang lain,” tandasnya.

Ia mencontohkan, bila dulu orang berjualan atau membuat sekadar ayam goreng. Tapi, saat ini, dari sekadar ayam goreng bisa dibuat dengan banyak variasi dan rasa. Misalnya, menjadi ayam geprek. Selain harus kreatif. “Syarat menjadi wirausaha itu juga harus memiliki rasa  optimis yang tinggi dan percaya diri yang kuat,” jelas Prof Rully lagi.

Masih dikatakan Rully, beberapa kendala bagi pengembangan UMKM yang banyak dihadapi di masa lalu, kini sudah tidak lagi menjadi hambatan. Sebelum 2014 kata dia, suku bunga perbankan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih sangat tinggi, yaitu 22%. Kini, sudah menjadi 7%. Demikian soal birokrasi perijinan usaha amat susah dan rumit, kini sudah bisa lebih mudah dan cepat melalui OSS.

Prof Rully juga menunjuk keterbatasan infrastruktur jalan yang menghubungkan setiap daerah, kini sudah banyak dibangun jalan dan jalan tol. “Ketika jalanan jelek dan macet itu merupakan high cost bagi produk UMKM. Bayangkan saja, dengan infrastruktur yang buruk maka produk UMKM kita 17% lebih mahal dibanding negara Asean,” ujarnya lagi.

Untuk itu ia mengajak semua pihak agar bersinergi meningkatkan kapasitas usaha pelaku UMKM di Indonesia. Jangan sampai imbuh dia, kita terjebak dalam angka pertumbuhan ekonomi yang tidak bermutu, yang lebih banyak disumbang sektor konsumsi ketimbang produksi.

Dengan berbagai kebijakan dan program strategis dari Kemenkop dan UKM, Prof Rully berharap pelaku UMKM bisa naik kelas. Termasuk program pembiayaan bagi UMKM. Ketika sulit menembus akses ke perbankan. “Kini sudah tersedia program dana bergulir dari LPDB KUMKM. Yang bisa dimanfaatkan kalangan koperasi dan UMKM guna meningkatkan kapasitas usahanya,” pungkas Rully.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang Asep Junaedi mengatakan, pihaknya sangat peduli dalam pengembangan koperasi dan UMKM di Karawang. “Kita akan memiliki gedung galeri produk khas Karawang, sebagai sarana pemasaran dan promosi produk pelaku KUMKM di Karawang,” kata Asep.

Asep menambahkan, pusat oleh-oleh khas Karawang itu dikelola Koperasi Pemuda Karawang Sejahtera, yang anggotanya didominasi kalangan pemuda yang memiliki usaha. “Untuk permodalan, para wirausaha pemula di Karawang bisa memanfaatkan dana dari Lembaga Keuangan Mikro dan KSP dengan bunga sangat rendah,” ucap Asep.

Adapun Wakil Rektor I  Bidang Akademik Universitas Singaperbangsa Karawang Sulistyo Sidik Purnomo berharap, industri kreatif bisa menjadi ciri khas Karawang ke depan. “Karawang adalah pintu terdepan dari ibukota negara. Oleh karena itu, seharusnya Karawang bisa lebih berkembang ketimbang daerah lain,” pungkas Sulistyo. (Slamet AW).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button