Kemenkop dan UKM Minta Koperasi tak Terjebak Rangsangan Fasilitas Sesaat


pipnews.co.id, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM mendorong koperasi terus meningkatkan kinerjanya dalam melayani anggota. Memberdayakan usaha anggota dan turut memberi andil dalam pembangunan nasional. Hal tersebut dimaksudkan agar koperasi mampu tumbuh, berkembang dan diharapkan dapat menjadi aset bangsa.

Mengingat sudah banyak koperasi besar yang berkembang dengan baik. Pembangunan koperasi bahkan masuk ke wilayah subtansi, usahanya sudah luar biasa dan anggotanya banyak. Sehingga diharapkan koperasi tidak lagi terjebak pada rangsangan fasilitas sesaat.

Demikian disampaikan Plt Sekretaris Kemenkop dan UKM, Rully Indrawan, saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Astra International tahun buku 2018 di Jakarta, Kamis (11/04).

Pada kesempatan tersebut Rully ingin menghapus citra buruk koperasi “jadul” yang hidupnya hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Koperasi semacam ini menjadi tantangan pemerintah untuk menatanya kembali, melalui program reformasi total koperasi. Ia mengakui tidak sedikit koperasi yang telah dibubarkan lewat program tersebut.

“Pemerintah akan terus hadir dan berkomitmen untuk membangun koperasi melalui berbagai kebijakan dan program pemberdayan koperasi, melalui peningkatan SDM, kewirausahaan, akses pembiayaan, fasilitasi pemasaran, manajemen dan teknologi informasi,” ujar Rully.

Reformasi koperasi hasil besutan Menteri Kopersi dan UKM Puspayoga ini bertumpu pada tiga aspek, yakni reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan koperasi.

Imbuh Rully gerakan dan kesadaran untuk reformasi total koperasi, hendaknya bersifat serentak dengan dukungan, komitmen dan kerja sama semua pihak yang meliputi pemerintah, dunia usaha, lingkungan akademisi, serta seluruh komponen masyarakat.

RAT Koperasi Astra

Kehadiran Rully dalam gelaran Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Astra tahun buku 2018 ini mewakili Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga. Hadir juga dalam acara tersebut Head Division of Finance, System and Procedure PT. Astra International Agung Kurniawan Sampurno dan Kadis Koperasi dan UKM Jakarta Utara, Arfian.

Koperasi Astra yang berdiri sejak 1990. Hingga 2018 Koperasi Astra memiliki 85.045 anggota atau meningkat 3,7% dari tahun 2017. Jumlah aset juga mengalami peningkatan, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,1 triliun menjadi Rp1,2 triliun pada tahun 2018. Adapun volume usaha meningkat pada 2018 menjadi Rp 715,1 miliar.

Sedangkan jumlah ekuitas juga mengalami peningkatan 9,8%, yakni dari Rp 497,8 miliar, meningkat menjadi Rp 546,7 miliar. Demikian perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) pun meningkat dari Rp 62,4 miliar pada 2017 menjadi Rp 69,9 miliar pada tahun buku 2018.

“Kedepan saya harapkan Koperasi Astra dapat meningkatkan lagi partisipasi anggotanya, permodalan dan usaha koperasi, melalui produk-produk usahanya termasuk simpanan dan pinjaman yang lebih menarik,” pesan Rully.

Sedangkan Head Division of Finance, System and Procedure PT Astra International, Agung Kurniawan Sampurno, mengakui Koperasi Astra menunjukkan kinerja yang membanggakan perusahaan. Capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen bersama para pengawas dan pengurus, dalam mengawal koperasi dengan baik. 

“Penambahan jumlah anggota diharapkan dapat ditingkatkan lagi. Oleh karena itu perlu kerja sama semua pihak yang ada di dalam Koperasi Astra. Tidak hanya itu, koperasi juga harus dapat menyesuaikan layanan yang berbasis teknologi informasi,” katanya.

Dalam RAT ini diketahui kondisi keuangan Koperasi Astra cukup baik. Hal itu dapat dilihat dari jumlah aset yang lebih besar dibandingkan dengan kewajibannya. Artinya, Koperasi Astra menunjukkan kemampuannya dalam memenuhi kewajiban, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Koperasi Astra pada tahun buku yang sama memperoleh rasio likuiditas sebesar 151,9%, rasio solvabilitas modal sendiri sebesar 12,8%. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.