Kemenperin Latih Peserta Colombo Plan Terapkan Teknologi Digital di Sektor IKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Sekretariat Negara. kembali menjalin kerjasama denga Kolombo Planto selaku organisasi regional yang berperan untuk memperkuat ekonomi dan sosial anggota anggotanya 15 negara negara di wilayah Asia-Fasifik. Kolaborasi lanjutan ini adalah pelaksanaan program pelatihan dalam kerangka Kerjasama Teknik Selatan Selatan dan Triangular (KTSST) di sektor Industri Kecil Menengah (IKM).

“Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Berbeda dengan pelaksanaan tahun tahun sebelumnya, pelaksanaan tahun ini dilakukan secara virtual ksrena dampak pandemi Covid-19,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Gati Wibawaningsih dalam siaran pers di Jakarta (17/11).

Kata Gati, kerja sama tahun ini bertajuk Knowledge Shoring Program on Enhancing the Development of Mall and Medium Industry yang dilaksanakan pada 9-12 November 2020. Jumlah peserta pelatihan mencapai 42  orang dari 8 negara Asia Tenggara meliputi Brunai Darussalam, Filippina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Miyammar dan Vietnam.

“Mengingat besarnya dampak pandemi terhadap sektor IKM, topik yang diangkat adalah The Impact of Indudtry 4.0 in Enhancing the Development of Small the Medium Enterprises Especially during the COVID-19 Pandemic,” ungkap Gati yang saat itu ikut membuka secara resmi pelatihan tersebut.

Dirjen IKMA ini menekankan, bahwa literasi digital merupakan hal yang sangat penting bagi setiap industri untuk dapat bertahan dan bersaing di masa pandemi, termasuk sektor IKM. “Oleh karena itu Indonesia telah meluncurkan Peta Jalan Making Indonesia 4.0 yang berisi berbagai aspirasi, strategi dan wawasan untuk mendukung sektor industri di Indonesia, terutama sektor IKM yang selama ini telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ujarnya.

Sektor IKM dipandang mrmiliki peran besar terhadap PDB nasional, terlihat dari sisi  jumlah unit usaha atau serapan tenaga kerja di sektor tenaga industri sebanyak 10,5 juta berasal dari IKM yang tersebar di 4,2 juta unit usaha.

Gati menambahkan, penerapan teknologi 4.0 merupakan keniscayaan bagi pelaku IKM, termasuk sektor logam, agar memiliki daya saing dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan siap memasuki adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi. “Untuk itu kami akan terus mendorong kolaborasi IKM logam dengan startup penyedia teknologi terkait penggunaan inovasi digital,” kata Gati.

Cobtohnya, PT Sinar Mulia Teknalum, perusahaan yang dirintis sejak tahun 2010 di Sleman ini dipercaya menjadi pemasok pada industri lokal yang meliputi produk otomtif, sparepart mesin, alat alat rumah tangga dan barang barang mebel. Pemanfaatan industri 4.0 di PT Sinar Mulia Teknalum, antara lain adalah penggunaan Enterprise Resource Planning (ERP).

“Penerapan Industri 4.0 itu setelah melalui pendampingan dari Kemenperin bekerjasama dengan PT Arkana Solusi Digital. Implementasi sistem ini akan memudahkan dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya perusahaan serta mengintegrasikan semua devisi di dalam perusahaan,” papar Dirjen IKMA itu.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Colombo Plan, Phan Kieu Thu mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas komitmennya untuk terus mengimplementasikan program KTSST di tengah pandemi Covid-19. Dia menegaskan, sejak menjadi anggota Colombo Plan pada tahun 1953, Indonesia terus berpartisipasi aktif dalam program kerjasama dengan Colombo Plan melalui pelaksanaan program pelatihan bagi negara anggota Colombo Plan. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.