Kepala Daerah Gunakan Wewenangnya Bantu Usaha Mikro, Perekonomian di Wilayahnya akan Maju


Pipnews.co.id, Cianjur – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof Rully Indrawan, mengajak para kepala daerah, dalam hal ini bupati dan walikota untuk menggunakan kewenangannya untuk membantu mengembangkan UMKM di masing-masing daerahnya, terutama pengembangan di bidang usaha mikro.

Ajakan tersebut, disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara peringatan Hari UMKM Nasional yang dipadukan dengan Hari Jadi ke 342 Kota Cianjur, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8).

Masih disampaikan Prof Rully, pada kesempatan yang dihadiri Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Andri Suryanegara, dan sejumlah Muspida lainnya. Bahwa Hari UMKM Nasional ini, merupakan momentum untuk mengingatkan kepada semua pihak, ternyata ada kelompok (UMKM) yang harus terus diperhatikan dan didukung keberadaannya agar bisa menciptakan usaha lebih baik dan berimbas pada kesejahteraan masyarakat.

Jelas Rully lagi, UMKM merupakan kelompok masyarakat yang telah memberikan kontribusi besar kepada bangsa dan negara. “Bagaimana tidak, 99,97% pelaku ekonomi nasional adalah kelompok usaha yang dikategorikan UMKM. Sedangkan usaha besar hanya 0,03%. Bahkan tenaga kerja di Indonesia terserap 97% di bidang UMKM. Jadi jangan sekali-sekali melecehkan UMKM. Mereka adalah saudara-saudara kita, dan kita sendiri ada di dalamnya,” ujarnya semangat.

Tak hanya itu lanjut dia, kontribusi UMKM kepada PDB nasional juga mencapai 60©. Hanya sayangnya imbuh Prof Tully, para pelaku UMKM selalu mengalami kesulitan dalam memperoleh pinjaman modal. “Jadi tak heran kalau orang Sunda sering menyebutkan UMKM itu singkatan dari ‘usaha maneh kumaha maneh,” ujarnya berkelakar.

Artinya kata dia, begitu besarnya potensi UMKM ini, khususnya mikro sehingga diperlukan perhatian serius dari para kepala daerah. “Mikro itu kan ada di kabupaten dan kota, usaha kecil ada di provinsi, dan usaha menengah ada di tingkat nasional. Karenanya, dengan kewenangan yang ada, bupati atau walikota harusnya memberikan dukungan kepada usaha mikro di daerahnya, terutama menyangkut akses permodalannya,” tandasnya lagi.

Membesarkan usaha mikro menurut dia, merupakan tugas bersama. Sehingga bupati perlu memberikan perhatian besar kepada usaha mikro ini dengan memberikan akses permodalan. “Tapi tentu saja Pak Bupati tidak bisa sendirian, diperlukan bantuan dari berbagai kalangan. Apalagi jumlahnya cukup besar, yakni 62 juta UMKM di seluruh Indonesia,” sambungnya.

Demikian Kemenkop dan UKM dalam upaya meningkatkan UMKM ini,  kata Rully, telah berupaya semaksimal mungkin memberikan akses permodalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Menurutnya yang baru enam bulan di kementerian. Terus berusaha mengutak-atik, bagaimana meningkatkan UMKM, khususnya mikro yang saat ini tercatat 62 juta. “Ini harus betul-betul dibina dan diperhatikan, terutama menyangkut pembiayaannya. Makanya Bu Yuana mohon membantu pembiayaan kepada para pelaku usaha mikro ini,” katanya.

Rully meyakini, dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang 5 persen saat ini, jika pelaku UMKM dibantu pembiayaan, termasuk akses pemasarannya, maka usaha mikro akan berjalan lebih baik, bahkan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan bisa mencapai 9 persen atau dua kali lipat dari sekarang.

Lanjut dia, pemerintah pusat terus mendorong para bupati dan walikota untuk bersama-sama memajukan usaha mikro. Salah satunya melalui pelatihan-pelatihan, bantuan pembiayaan, dan akses pemasarannya. Sedangkan pemerintah pusat menyiapkan programnya. “Pemerintah pusat akan memberikan akses bagi upaya pengembangan usaha mikro. Jadi tak perlu khawatir juga soal permodalan, pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin memberikan akses permodalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Bantuan WP

Pada kesempatan tersebut, Sesmenkop juga menyerahkan bantuan kepada 12 Wirausaha Pemula (WP) di Kabupaten Cianjur. Bantuan tersebut, berupa modal awal bagi mereka yang baru memulai usahanya. Bantuan itu kita berikan kepada WP yang sudah menjalani proses sebelumnya, seperti pelatihan dan pendampingan. Setelah mereka siap usaha dengan perencanaan yang matang, kemudian berikan bantuan hibah dana untuk modal usaha. “Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi mereka yang baru memulai usaha. Diharapkan mereka dapat berkembang menjadi usaha mikro nantinya,” ujarnya lagi.

Besarnya peran UMKM lanjut dia, ternyata tidak saja di dalam negeri, baik perannya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja, termasuk berbagai indikator makro ekonomi lainnya. Tetapi terjadi juga terjadi di berbagai negara, seperti Jepang, Jerman dan sejumlah negara maju lainnya.

Jadi kata dia tidak boleh beranggapan bahwa pelaku usaha mikro itu kecil. Tapi menurutnya tidak apa-apa, hari ini usaha mikro, besok bisa naik kelas menjadi usaha kecil, dan terus akan meningkat lagi menjadi usaha menengah. Artinya lanjut Prof Rully, tidak ada sesuatu yang besar dimulai tanpa upaya yang keras. “Dimulai yang mikro, kemudian kecil, menengah dan akhirnya menjadi besar atau konglomerasi. Bukan tidak mungkin akan terjadi seperti itu,” tutupnya. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.