Kisel Masuk Rangking 94 Besar Koperasi Dunia

pipnews.co.id, Jakarta -Koperasi Telekomunikasi Selular (Kisel), yakni koperasi milik karyawan operator seluler Telkomsel, dalam operasional usahanya cukup mencengangkan.

Sejak didirikan pada 1996 langsung tancap gas. Bermula membuka usaha alat tulis kantor (ATK), meningkat ke usaha yang skalanya lebih besar. Sejalan dengan itu, perusahaan juga memberikan lampu hijau pada koperasi untuk ikut tender. Pengurus pun mempunyai gagasan menggabungkan koperasi yang ada di masing-masing cabang, dilebur menjadi koperasi primer nasional. Hasilnya, Kisel mampu menghadapi setiap tantangan dan peluang yang diberikan perusahaan.

Jadilah Kisel memiliki anak-anak perusahaan berbentuk PT. Dimana tugas mereka adalah ikut berkompetisi untuk memenangkan tender untuk mengerjakan proyek-proyek yang dimiliki Telkomsel. Ternyata kinerjanya bagus dan cukup profesional, sehingga peluang yang diberikan pun makin besar. Hingga saat ini Kisel mempunyai 5 anak perusahaan dan beragam spesialisasi untuk terus berkompetisi mengerjakan tender-tender yang dimenangkan.

Demikian dijelaskan Ketua Pengurus Kisel, Suryo Hadiyanto, kepada media di hadapan Menteri Koperasi dan UKM yang didampingi Deputi Pengawasan Suparno, Jumat, (5/7).

Ia menambahkan, bahwa hasil kerja keras koperasi yang dipimpinnya kini mampu sejajar dengan koperasi di tanah air, bahkan dunia. Untuk prestasi imbuh dia, kini Kisel berada di urutan nomer 94 koperasi besar dunia versi World Cooperative Monitor (WCM).

“Kami bersyukur dengan pencapaian ini, Kisel dapat ikut membawa nama besar koperasi Indonesia di mata dunia. Kisel masuk 100 besar kperasi dunia. Hal ini makin membuat semangat kami selalu meningkatkan kinerja dan performanya dari tahun ke tahun,” ungkap Suryo.

Tak ketinggalan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap Koperasi Kisel yang masuk menjadi salah satu koperasi terbesar di dunia. “Kita senang dan bangga ada koperasi Indonesia yang masuk salah satu koperasi terbesar dunia, semoga ini bisa dicontoh oleh koperasi-koperasi lainnya agar tumbuh besar dan profesional,” ungkapnya.

Deputi Pengawasan, Suparno, menambahkan sekarang koperasi sudah banyak yang punya anak perusahaan berbentuk PT. “Melalui anak-anak perusahaan inilah untuk mempercepat bisnis yang dijalankan oleh koperasi. Kemenkop dan UKM akan terus mendorong koperasi maju dan besar tetapi tetap rasa koperasi,” ujar Suparno.

Masih dikatakan Suparno, pihaknya yang punya program Reformasi Total, meliputi tiga poin, yakni reorientasi, revitalisasi dan pengembangan. Kemenkop dan UKM akan mendorong koperasi untuk merevitalisasi diri dengan dunia bisnis yang ada. “Koperasi pantas diberikan peluang dan kesempatan,” tandasnya.

Terhadap Kisel, Kemenkop dan UKM sangatlah apresiatif. Mengingat dalam laporan tahunan yang dirilis WCM 2018, Kisel, menduduki peringkat 1 untuk kategori Other Services, atau jasa lainnya dengan penilaian berbasis rasio pendapatan koperasi berbanding PDB Nasional. Bahkan di kategori ini, Kisel mengungguli Selectour dari Perancis dan Kiperasi Permodalan Felda Malaysia Berhad.

Untuk hal prestasi, Kisel bukanlah kali ini saja masuk dalam jajaran koperasi terbesar di dunia. Pada 2014 lalu, WCM juga merilis Kisel ada di urutan ke -128 dunia berdasarkan rasio omzet PDB nasional. Koperasi yang memiliki omset Rp 6 Triliun ini, berkecimpung dalam bisnis distribusi dan penjualan produk telekomunikasi, jasa infrastruktur telekomunikasi dan power enginering dan jasa umum.

Kini Kisel membidik bisnis digital dengan membangun platform channel dan aplikasi yang terintegrasi dengan bisnis eksistingnya, sehingga ke depan diharapkan Kisel semakin siap berpartisipasi aktif dalam era industri 4.0. Untuk mendukung hal tersebut Kisel mencanangkan transformasi bisnis dan organisasi dengan mengedepankan people procedure dan system. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.