KKP Menggandeng JIKA untuk Mewujudkan Koperasi Perikanan Mandiri

Pipnews.co.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kerjasama dengan dengan
Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk sektor kelautan dan
perikanan.
Keduanya akan meramu proyek Sustainable Fishery Resource Management and
Utilization, yang pada tahun ini mengangkat tema tentang koperasi perikanan
Program teknis ini meliputi workshop, pre-departure meeting, training di Jepang
selama 2 minggu dan post-training workshop.
Sekretaris Jenderal yang juga merangkap Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya
Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Nilanto Perbowo
mengatakan, program kerja sama ini merupakan pelatihan untuk sumber daya
manusia yang menangani koperasi sektor kelautan dan perikanan nasional agar
bisa belajar dari Jepang untuk mewujudkan koperasi nasional yang lebih mandiri.

Menurut Nilanto, data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
(UKM) tahun 2018 menyebutkan ada sekitar 2.884 koperasi perikanan di Indonesia
yang meliputi 2.802 unit Skala Usaha Mikro, 69 unit Skala Usaha Kecil 69, dan 13
unit Skala Usaha Menengah.
Jumlah koperasi perikanan tersebut mengisi 2,09 % dari sekitar 138.140 unit
jumlah seluruh koperasi yang ada di Indonesia. Dari 2.802 koperasi perikanan,
hanya sekitar 58% atau 1.687 yang aktif, dan yang mempunyai Nomor Induk
Koperasi (NIK) hanya sekitar 271 unit.
Nilanto mengatakan, jika koperasi perikanan yang ada dikelola dengan baik akan
memberikan kontribusi besar terhadap iklim usaha industri sektor kelautan dan
perikanan nasional.
“Kami menginginkan koperasi perikanan kita bisa lebih mapan dengan manajemen
yang profesional guna mendukung usaha-usaha di sektor kelautan dan perikanan
nasional. Oleh karenanya, kami mengarah pada koperasi Jepang, dalam hal ini
Fisheries Cooperative Association (FCA) yang memang sudah berhasil
mengembangkan koperasi perikanan di sana,” ujarnya dalam siaran pers,
(26/7/2019).
Untuk itu, Nilanto menyatakan pelatihan tersebut bertujuan memfasilitasi
pengembangan sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan (KP),
utamanya bagi para personil yang memiliki potensi untuk memberikan sumbangsih
dalam pembangunan koperasi sektor KP di Indonesia.
Secara khusus, untuk mengembangkan kelembagaan dan memperbaiki berbagai
sistem pada lembaga koperasi perikanan.
“Program ini merupakan kesempatan baik bagi para stakeholders koperasi sektor
KP untuk membahas bagaimana mengupayakan usaha bersama antara pemerintah
dan stakeholders dalam mengembangkan koperasi sektor KP yang dapat menjadi
salah satu pilar kesejahteraan ekonomi pembangunan KP,” tegasnya.
JICA Fisheries Policy Adviser, Nomura Ichiro, pada kesempatan yang sama
menjelaskan bahwa koperasi perikanan di Jepang atau yang disebut sebagai
Fisheries Cooperative Association (FCA) sudah tercantum dalam Undang-Undang
(UU) tentang FCA tahun 1948.
Adapun tujuan UU ini adalah untuk mempromosikan pengembangan sistem
koperasi nelayan/pembudidaya dan pengolah hasil perikanan, meningkatkan
produktivitas dan status sosial ekonominya, serta berkontribusi pada perekonomian nasional negara’Jepang.

Selanjutnya, Nomura Ichiro juga menjelaskan fungsi utama dari FCA untuk
aktivitas ekonomi yang meliputi bisnis pemasaran ikan, mulai dari transportasi,
pengolahan, serta penyimpanan dan penjualan hasil tangkapan ikan dan produk
lainnya. Terdapat juga bisnis simpan pinjam yang menyediakan pinjaman untuk
biaya usaha dan hidup para anggotanya.
Selain itu, FCA juga melakukan bisnis pengadaan dengan menyediakan pasokan
yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha (alat tangkap/peralatan lainnya, suku
cadang, es dan bahan bakar) atau biaya hidup para anggotanya.
“Operasional fasilitas umum di pelabuhan perikanan juga dikelola oleh FCA.
Beberapa di antaranya fasilitas penambatan, kegiatan penyelamatan untuk
kecelakaan di laut dan perbaikan alat tangkap ikan, usaha restoran, serta toko
seafood. Terakhir, FCA memberikan bantuan kerja sama dan kesejahteraan dengan
memberikan asuransi dan menyediakan dana,” terang Nomura Ichiro.
Selain aktivitas ekonomi, FCA juga menjalankan fungsi aktivitas non-ekonomi
meliputi pemformulasian rencana pengelolaan perikanan, pemantauan dan
pengawasan, serta pemulihan sumber daya perikanan. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.