Koperasi Mampu Ekspor Kesejahteraan Anggota pun Makin Bongsor


Pipnews.co.id, Bandar Lampung – Koperasi sebagai organisasi berbasiskan anggota, merupakan modal sosial yang potensial bagi pelaku usaha untuk berkembang. Dengan koperasilah apa yang tidak dapat dilakukan oleh pelaku usaha perorangan dapat dipenuhi oleh koperasi.

Demikian dituturkan Asisten Deputi (Asdep) Penyuluhan Deputi Kelembagaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Bagus Rachman pada kegiatan Penyuluhan Perkoperasian Kepada Kelompok Usaha Bersama di Lampung, Minggu, (18/8). 

Ia menambahkan, melalui koperasi sektor riil dapat ditumbuhkembangkan sebagai wadah bagi anggotanya guna memenuhi kebutuhan produksi. Dimana kebutuhan tersebut mulai dari suplai bahan baku, proses produksi, pengolahan, pemasaran hingga pada pengiriman produk. Kata Bagus, Organisasi koperasi berbeda dengan badan usaha lainnya. Ciri khas koperasi adalah menempatkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai kekuasaan tertinggi, sehingga orientasi bisnis koperasi itu untuk meningkatkan promosi ekonomi anggota. “Semakin dirasakannya manfaat bagi anggota dengan berkoperasi, maka militansi anggota akan semakin meningkat. Ini akan menarik masyarakat dapat  bergabung ke dalam koperasi,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Bagus juga memaparkan pentingnya berkoperasi, sekaligus membahas kualitas produk yang dibawa oleh para peserta untuk dikurasi. Selain itu juga dilakukan  sharing pengalaman pelaku koperasi di Provinsi Lampung yang sudah melakukan ekspor.

Sementara itu Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Dr Agus Nompitu menyampaikan informasi terkait perkembangan koperasi di Provinsi Lampung. Menurutnya ada 5 (lima) unsur untuk peningkatan kualitas koperasi, yaitu soal Sumber Daya Manusia Koperasi, Akses Terhadap Pembiayaan, Kualitas Kelembagaan Koperasi, Akses Pemasaran Produk Koperasi dan Adaptasi Terhadap Teknologi Digital.

“Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung mengharapkan koperasi yang akan didirikan oleh para kelompok usaha produktif ini, menjadi koperasi yang menjalankan nilai dan prinsip koperasi. Selanjutnya meningkatkan volume usahanya demi tercapainya kesejahteraan anggota,” kata Agus. 

Adapun pada sesi berbagi pengalaman, Ketua Koperasi Produsen Tani Hijau Makmur, H. M. Nur Soleh mengatakan, koperasinya telah mengekspor pisang mas melalui kerja sama dengan PT Great Giant Pineapple. Ekspor tersebut ke Malaysia dan Singapura sebanyak 5 ton atau satu container 20 feet tiap minggunya.

Koperasi Produsen Tani Hijau yang berada di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung ini, selain ekspor juga mensuplai pasar domestik sebanyak 20 ton per minggu untuk dikirim ke provinsi DKI Jakarta, dengan variasi pisang mas, pisang barangan dan pisang raja bulu. “Ada 7 (tujuh) kelompok tani yang telah bergabung kedalam wadah koperasi. Setiap kelompok tani terdiri dari 20 – 30 orang petani/pekebun pisang dengan luasan lahan sekitar 60 hektar per kelompok tani,” jelasnya lagi.

Dengan berkoperasi Imbuh Agus, para petani yang menjadi anggota telah merasakan manfaatnya secara langsung. Mereka tutur Agus mendapatkan harga jual di tingkat petani yang lebih baik, karena mereka dapat langsung memasarkan produk pertaniannya melalui koperasi, tidak lagi melalui jalur tengkulak.

Selain itu, koperasi yang telah berbadan hukum sejak tahun 2017 ini, maka Koperasi Tani Hijau Makmur dapat menstandarkan harga jual dari para kelompok tani serta memperkuat aya tawar dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Adapun kegiatan penyuluhan perkoperasian tersebut, diakhiri dengan proses kurasi produk para peserta yang sebagian besar adalah produk makanan. Selain produk dari olahan pisang, gula semut, dan kopi robusta, para pelaku UMKM provinsi Lampung ini menurut Agus, juga menampilkan hasil kerajinan tangan seperti tempat tissue, tas dan fashion baju yang mengkombinasikan dengan kain tapis khas Lampung yang bernuansa warna cerah seperti merah, kuning dan perak. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.