Kopsyah BMI Tangerang Atas Kegiatan Sosialnya Bantu Hibah Rumah Anggota dapat Apresiasi Kemenkop

Pipnews.co.id, Tangerang – Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi koperasi yang tidak saja melakukan kegiatan ekonomi dan pemberdayaan anggotanya tetapi juga aktif berkegiatan sosial. Karenanya Kemenkop dan UKM tidak saja nengapresiasi tetapi juga memberikan penghargaan.

Selanjutnya koperasi tersebut terus didorong mudah-mudahan ke depan Kopsyah Benteng melanjutkan kegiatan yang sudah berjalan dengan baik, tentunya tanpa mengabaikan penerapan prinsip-prinsip pembiayaan syariah sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati dalam acara Penyerahan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) di Kantor Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia di Serang, Banten, Rabu (16/10).

Untuk itu lanjut dia, pihaknya sangat menyambut baik kiprah Kopsyah Benteng Mikro Indonesia (BMI) yang menerapkan lima instrumen pemberdayaan. Masih ungkap Yuana, koperasi yang beranggotakan 157.875 orang dan akumulasi penyaluran pembiayaan Rp3,8 triliun ini, telah menerapkan lima instrumen pemberdayaan berupa sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan, dan investasi.

“Melihat instrumen pemberdayaan yang diterapkan Kopsyah Benteng Mikro ini cukup menarik, dimana mengkombinasikan antara kegiatan usaha atau bisnis dengan kegiatan sosial,” tandasnya.

Kegiatan sosial itu imbuh Yuana sebagai ciri khas dan keunggulan dari kegiatan KSPPS/USPPS Koperasi dalam membangun kebersamaan yang seimbang. Menurutnya,
Kopsyah BMI ini nteng tidak saja memberi manfaat bagi yang membutuhkan layanan penyediaan pembiayaan, juga memberikan bantuan pemberdayaan bagi anggota yang kurang beruntung.

Koperasi itu tercatat melakukan kegiatan pemberdayaan yang dilaksanakan bervariasi dengan memberikan bantuan pengembangan usaha, bantuan renovasi perumahan, sarana perbaikan tingkat kesejahteraan anggotanya. “Wajarlah kalau Kementerian Koperasi dan UKM memberikan apresiasi dan penghargaan, mudah-mudahan kedepan Kopsyah BMI, disamping melanjutkan kegiatan yang sudah berjalan dengan baik ini, juga harus didukung dengan penerapan prinsip-prinsip pembiayaan syariah sesuai dengan fatwa DSN MUI,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah telah menyadari pentingnya konsep yang baik dalam penerapan keuangan inklusif, dan praktik Kopsyah Benteng Mikro Indonesia merupakan salah satu contoh baik dalam penerapan keuangan inklusif.

Pada kesempatan itu diserahkan hibah rumah siap huni kepada anggota Kopsyah BMI, yakni seorang janda warga Desa Cakung, Binuang, Serang bernama Tuni (62) yang sudah menjadi anggota koperasi selama 2 tahun. Selain itu pinjaman Tuni sebesar Rp7 juta juga sudah diputihkan dengan pertimbangan kemanusian termasuk karena sang suami telah berpulang.

Tuni adalah warga Cakung yang termasuk kategori Dhuafa dengan 3 anak semuanya berkehidupan serba sulit dan pas-pasan.
Kegiatan sehari-harinya buruh tani. Ketika musim padi, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya hanya mengharap pemberian dari anak yang tinggal tidak jauh dari rumahnya dan juga pemberian dari para tetangga.

Kondisi rumah bilik Tuni sudah miring ditopang kayu dan atapnya pun sudah pasti bocor saat hujan. Adapun informasi tentang keadaan Tuni di peroleh dari Staf Lapang dan di teruskan ke Manager KCP, ketika Staf lapang dan MKCP mengunjungi rumah Tuni, keadaan rumahnya ramai karena ternyata suami Tuni baru saja 7 hari meninggal dan sedang dilaksanakan acara sedekahan.
Total biaya pembangunan HRSH tersebut Rp50 juta seluruhnya dari Kopsyah BMI. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.