KUMKM di Daerah-daerah Bisa Maju, Asalkan PLUT KUMKM Tidak Dikelola Birokratis Semata

Pipnews.co.id, Bandar Lampung – Peran Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM harus terus dioptimalkan. Pengelolaannya tidak hanya bersifat rutinitas dan birokratis, tetapi disertai inovasi dan kreasi dengan memanfaatkan segala potensi yang ada.

Intinya tidak cuma parsial dan sekadar rutinitas. Ini yang sedang kita dibenahi, agar PLUT menjadi jangkar bagi KUMKM. Mengingat pemanfaatan PLUT KUMKM di sejumlah daerah belum optimal. Meski ada di beberapa daerah yang sudah cukup berhasil, seperti di Yogyakarta, Solok, Aceh, Sukabumi. Untuk itu, Kemenkop UKM perlu penerapkan standar pengelolaan PLUT KUMKM di seluruh daerah. Dengan demikian, tingkat keberhasilan PLUT KUMKM di setiap daerah terukur.

Demikian ditegaskan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan saat berkunjung ke PLUT KUMKM Provinsi Lampung, Minggu (18/8).

Rully menambahkan, pihaknya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemda, pelaku usaha, swasta dan kampus agar turut terlibat mengoptimalkan peran PLUT. “Bila terjadi sinergi dari potensi semua pemangku kepentingan, maka akan menjadi kekuatan pemberdayaan UMKM melalui PLUT,” ujarnya.

Masih lanjut Rully, pada Senin, (19/8) Kemenkop dan UKM mengadakan rembuk nasional PLUT KUMKM. Dimana dalam acara tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi, sekaligus mencari masukan terhadap pengelolaan PLUT ke depan.

Saat ini kata dia, jumlah PLUT mencapai 60 unit tersebar di tingkat provinsi, kabupaten/kota. PLUT KUMKM memiliki lima fungsi layanan, yakni kelembagaan, sumber daya manusia, produksi, pembiayaan dan pemasaran.

Adapun kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PLUT KUMKM Lampung, Siti Raodah Yuilianti mengatakan, binaan yang menjadi mitranya ada 216 UMKM dan 116 koperasi. Menurut dia, pihaknya melalui konsultan pendamping, aktif melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM. Sistemnya pembinaan secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung, konsultan mendatangi para pelaku usaha sedangkan secara tidak langsung, para pelaku UMKM yang membutuhkan informasi mendatangi gedung PLUT.

“Pelaku UMKM banyak terbantu dengan kehadiran PLUT. Kami membantu mereka yang kesulitan perijinan, mengurus hak merek, membantu pemasaran secara online dan offline. Banyak pula pelaku usaha mikro kecil yang produknya sudah masuk ke usaha ritel,” jelas Siti.

Untuk meningkatkan layanan kata Siti, pihaknya juga melakukan pelatihan dan bimbingan teknis kepada para pelaku UKM. Menjalin kerja sama dengan swasta, seperti Telkomsel dan Gojek. (Slamet A W).

Sesmenkop dan UKM Prof. Rully Indrawan didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung Isron Fadtricar mengunjungi Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di PKOR Way Halim Bandar Lampung. Minggu(18/08).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.