LPDB-KUMKM Kembali Membuka Kantor Satgas dan Monitoring di Makasar

Pipnews.co.id, Makasar – Satu lagi Kantor Satuan Tugas (Satgas) dan Monitoring Lembaga Pengelola Dana Bergulir -Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM dibuka, yaitu di kota Makasar, Sulawesi Selatan. Kantor Satgas ini menumpang berkantor di Dinas Koperasi UKM Sulsel dan diresmikan pengunaannya akhir pekan lalu oleh Direktur Uatama LPDB-KUMKM Braman Setyo.

Dengan dibukanya Kantor Satgas di kota Makasar, maka kini ada tiga Kantor Satgas yang dimiliki LPDB-KUMKM. Sebelumnya sudah dibuka di kota Semarang untuk pelayanan Jawa Tengah dan Surabaya untuk pelayanan di Jawa Timur. “Selanjutnya untuk akhir 2019 ini akan dibuka di Pekanbaru/Riau dan Bandung untuk Jawa Barat,” kata Braman Setyo kepada Pipnews melalui keterangan tertulis.

Kata dia, untuk seluruh kantor satgas yang di bangun, hampir Rp20 miliar dana yang digunakan khusus operasionalnya. Sementara status semua gedungnya disewa, karena memang LPDB-KUMKM tidak diperbolehkan oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK) untuk membuka kantor cabang, yang boleh hanya setingkat kantor satgas, yang fungsinya semacam perpanjangan LPDB-KUMKM di daerah.

Menurut Braman, dibentuknya kantor satgas di daerah adalah merupakan terobosan baru untuk merobah strategi pelayanan, baik dalam penyaluran pembiayaan maupun pengawasan dan monitoring. Diharapakan dengan kehadiran Satgas di daerah permasalahan yang selama ini dihadapi LPDB dapat diminimalisir, utamanya dalam hal pengembalian pinjaman..

Satyo membeberkan pada evaluasi dari sisi penyaluran pembiayaan Jawa Tengah menjadi lebih dominan dibanding Surabaya. Sementara Sulsel pun berada di posisi kelima untuk tingkat penyaluran terbanyak, hanya saja juga berada di tingkat bermasalah tertinggi di Indonesia.

Seiring dengfan peresmian ini, kami menyiapkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk Sulsel dan diharapkan itu dapat terserap dengan baik. Sedang untuk penyebaran danan komposisinya kami serahkan kepada pemerintah daerah setempat, yakni Dinas Koperasi dan UKM Sulsel,” ujar Braman, yang waktu itu didampingi Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM, Jaenal Aripin dan Direktur Bisnis LPDB-KUMKM, Krisdianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Abd Malik Faizal mengingatkan kepada masyarakat bahwa kantor satgas ini sebagai penyalur modal LPDB-KUMKM merupakan lembaga pemerintah yang memiliki tujuan utama meningkatkan perekonomian dan mengurangi pengangguran di Sulsel.

“Bukan langsung LPDB tetapi melalui mitra-mitranya nanti. Makanya yang kita prioritaskan adalah koperasi dan UKM karena itu yang akan menekan angka kemiskinan di Sulsel yang juga secara tidak langsung membuka lapangan kerja,” kata Abd Malik.

Menurutnya, kehadiran LPDB bukan hanya menyalurkan pinjaman atau modal tetapi memiliki tugas lebih dari itu, seperti monitoring dan evaluasi. Ia mengemukakan LPDB empat tahun sempat vakum di Sulsel, namun di masa itu dilakukan kemitraan bersama Kejaksaan Tinggi Sulsel yang berhasil mengembalikan dana macet sebanyak Rp111 miliar dari Rp400 miliar.

“Jadi masih ada sekitar Rp300 miliar yang belum kita peroleh dan akan kita upayakan selesaikan melalui penagihan kepada para penerima pinjaman. Kehadiran satgas di sini, tempat membangun kerja agar Rp300 miliar bisa berangsur-angsur kita peroleh kembali,” imbuh Abd Malik. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.