Ada Tiga Jurus Ampuh Ala Menkop, untuk Perluas Jangkauan Pasar UMKM dan Koperasi

Pipnews.co.id, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan di era disrupsi ini bisa menjadi peluang untuk menggairahkan UMKM dan koperasi. Minimal ada tiga poin pokok yang perlu lakukan. Pertama, memanfaatkan digitalisasi untuk membuat platform sehingga dapat memperluas jangkauan pasar UMKM.
Kedua, memberikan sentuhan teknologi produksi atas produk-produk UMKM. Sedangkan ketiga, menyediakan fasilitas skim pembiayaan yang sesuai dengan karakeristik UMKM,.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat menjadi pembicara pada talkshow bertema “Membangun Komunitas Petani, Peternak, Nelayan Cyber” pada acara Kongres ke-2 dan HUT ke-8 Partai Nasdem, Jakarta, Minggu (10/11).

Menkop menambahkan, untuk bisa mengakses pembiayaan khususnya dari perbankan, para UMKM atau kelompok tani itu bisa tergabung dalam wadah koperasi sehingga memiliki badan hukum, yang memudahkan lembaga pembiayaan seperti perbankan untuk bisa membiayai. “Jadi, koperasi menjadi agregasi dari UMKM semisal kelompok pertanian, peternakan, perikanan, kuliner maupun kerajinan,” ujarnya.

Kenapa harus agregasi, menurut Teten, hal itu karena rentang UMKM sangatlah luas dan rumit. Dengan jumlah 62 juta lebih dimana 98% adalah usaha mikro, maka butuh kebijakan yang bisa menjangkau semua.

Teten memberi contoh, para petani di pulau Jawa yang kepemilikan lahannya rata-rata sempit atau dibawah 2 hektare, namun ditanami banyak komoditi. Meskipun UMKM menyumbang 60% PDB, namun umumnya mereka belum masuk pada value chain (rantai produksi).

Karena itu, tandas Menkop, aplikasi-aplikasi digitalisasi menjadi sangat penting untuk menghubungkan antara petani, konsumen maupun investor. “Aplikasi menjadi penting agar ada agregasi dari para petani-petani kecil ini, karena bisa masuk dalam skala bisnis,” jelas Teten.

Ia menambahkan, aplikasi juga bisa menghubungkan akses pasar dan memberikan kepastian harga.
“Aplikasi juga bisa menjawab masalah modernisasi teknologi produksi dimana produk petani nanti bisa dipusatkan dalam sharing factory dalam hal pengolahannya,” ujar Teten Masduki, dihadapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang juga hadir sebagai pembicara, serta founder 8 Villages Sanny Gadafi, dan founder Hara Imron Zuhri.

Ajak Kerja Sama

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya siap melakukan kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, namun kerja sama itu akan banyak diimplementasikan di daerah, khususnya di tingkat kecamatan. Dalam hal ini Kementerian Pertanian akan membentuk Kostaran (komando strategis pertanian) yang berada di kecamatan. “Masalah pertanian adalah masalah kita bersama, karena itu semakin banyak yang ikut khususnya platform digital, saya semakin senang,” kata mantan Gubernur Sulsel itu.

Saat ini problemnya imbuh dia adalah masalah data, yang masih berbeda-beda. Ia menargetkan pada 1 Desember, akan ada satu data pertanian yang dipakai oleh semua, data itu mencakup 34 provinsi, 580 kota kabupaten lebih, dan 74 ribu lebih kecamatan di seluruh Indonesia.

Intinya, Mentan mengajak Menkop dan UKM untuk melakukan kerja sama antara kelompok-kelompok tani dengan koperasi setempat, untuk menaikkan produktivitas padi, palawija dan perkebunan. “Kita juga akan ajak desa, agar dana desa jangan hanya untuk membuat jalan atau got aja, namun juga untuk pertanian,” kata Syahrul. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.