Uncategorized

Mentan Syahrul Yasin Limpo Minta Petani Memakai KUR dan Memaksimalkan Penggunaan Alsintan

Pipnews.co.id, Subang – Bertanam padi itu bukan hal yang baru, bahkan sudah kuno. Tapi dengan menggunakan Alsinta (alat mesin pertanian) menjadi sesuatu yang baru. Maka itu maksimalkan penggunaan Alsinta, hasilnya.pasti.berlipat ganda. Tapi tunggun dulu, untuk.pengadaannya dan sekaligus pengolahannya tentu butuh biaya. Dalam hal ini saya ajak pinjam uang ke bank BRI memakai skim Kredit Usaha Rakyat (KUR), pasti masih untung bila sudah panen.

Percakapan di atas adalah sepenggal kalimat yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Linpo saat mengadakan kunjungan kerja ke lahan pertanian sawah di Kabupaten Subang, Jawa Barat untuk melihat cara kerja sekaligus memperkenalkan sejumlah Alsinta dalam mengolah tanah dengan cepat dan tepat. Di sini ia didampingi Wakil Gubernur Jabar UU Ruxhul Ulum, Pngdam III Siliwangi Mayjen TNI Budi Nugroho Wiryanto, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Supahriadi, sejumlah Anggota DPR-RI, para Eselon I Kementan dan perwakilan dari BRI dan BNI.

“Petani di Subang harus memanfaatkan KUR untuk mengolah pertaniannya. Dana yang kini ada masih bisa ditambah, di sini saya sengaja membawa orang orang BRI dan BNI yang bisa membantu. Jangan takut, sebab dari lahan satu hektar lahan yang penen kita bisa mendapat Rp 30 juta, karena lahan satu hektar bisa hasilkan padi 8 ton. Karena itu tidak ada lahan yang tidak ditanam,” kata Syahrul dihadapan sejumlah petani padi Subang (6/6).

Mantan Gubernur Sulawesi dua periode itu menegaskan, tidak ada alasan untuk tidak tanam. Pertanian itu sifatnya sustainble. Semisal tidak ada yang beli simpan dulu. Karena bisa dijual nanti, atau dikonsumsi sendiri. Yang penting simpan yang benar, jadi tidak ada alasan tidak tanam. “Kita punya Alsintan, kita punya traktor roda empat, manfaatkan. Irigasi di Subang juga sudah bagus, tapi harus diperlebar lagi agarbproduktivitas meningkat,” ujarnya.

Menurut Syahrul, pertanian harus digenjot untuk menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Yaitu penyebaran Covid-19, dan ancaman kekeringan yang bisa berdampak pada terjadibya krisis pangan. Kata dia, Covid-19 telah membuat seluruh dunia tercengan. Kalau perang dunia 1 dan 2 bisa mematikan jutaan orang pakai pesawat dan lainnya, tapi Covid-19 ini tidak ada ukurannya. Kita susah.melawannya dan tidak terlihat. Suka atau tidak suka kita berhadapan dengan Covid-19. Tidak ada jalan lain harus siap buat bertahan dan menyerang.

Dijelaskannya pertanian menghadilkan pangan, dan psngan itu dibutuhkan untuk.membantu membentuk imunitas yang dibutuhkan badan untuk.melawan Civid-19. Kata dia, untuk meningkatkan pertanian dibutuhkan lahan yang bagus, bibit yang tepat dan budidaya pelaksanaannya harus benar.

“Kita berkejaran dengan hujan, tapi ada tantangan lain yaitu musim kekeringan. Karena itu manfaatkan hujan selagi ada. Tidak boleh ada lahan yang tidak ditanami. Pertanian bukan barang baru, yang harus dijaga adalah semangat bertaninya. Kalau pertanian tetap tumbuh, kita aka mampu bertahan,” katanya.

Dalam kunjungannya Syahrul, juga menyerahkan bantuan Alsintan berups traktor roda 4 yang diterima secara simbolis oleh Kelompok Tani Sumber Sari, Desa Bojong Jaya, Kecamatan Pusaka Jaya. Sedangkan traktor roda 2 diterima simbolis Kelompok Tani Palawa Dewa Tanjung Rasa, Kecamatan Patok Beusi, dan penerima simbolis pompa air adalah Kelompok Tani Kedokan, Desa Kotasari, Kecamatan Pusaka Jaya , Kabupaten Subang.

Sedang penyerahan simbolis AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) Februari-Maret 2020 untuk Kabupaten Subang sebessr Rp 2.198.000.000.-. Dilakukan juga penyerahan KUR Pertanian Subang dari BNI. Bantuan ini diterima simbolis oleh Rustam (komoditas padi) sebesar Rp 100.000.000,- dan Nurya Binti Kosim (komoditas padi) sebesar Rp.250.000.000.

Sementara KUR Pertanian dari BRI secara simbolis ditetima Susanto (Rp 50 juta), Muchtar Hasyim (Rp 250 juta),  Sukewi (Rp 100 juta) dan Sukesih Komalasari (Rp 100 juta), keempat mereka dari komoditas padi.

Sementara itu, Dirjen Prasana dan sarana Kementerian Pertanian Sarwo Eddy mengatakan, realisasi penyaluran KUR sektor Pertanian Jawa Barat, per 4 Juni 2020 untuk Kabupaten Subang, mencapai lebih dari target 100%. Dari target Rp 113.247 miliar telah direalisasikan untuk sektor pangan, perkebunan, holtikultura, peternakan, mixed farming dan jasa pertanian dan perkebunan paternakan senilai Rp 118.272 miliar. (Yan).

admin

Eko Priyanto lahir di kota Wonosobo 27 April 1982, Alumni Sistem Informasi disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta dan memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom). Memulai mengenal pemograman website sejak tahun 2007 hingga sekarang. Saat ini fokus sebagai profesional Web Design dan menjadi penulis dibeberapa blog tutorial miliknya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button