Pada 2024 Kemenkop-UKM Proyeksikan 50% UMKM Sudah Go Digital


pipnews.co.id, Jakarta – Sekretaris Kementerian Koperasi (Sesmenkop) dan UKM, Rully Indrawan, mengatakan, 50% Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ditargetkan sudah terdigitalisasi pada 2024.

Untuk menuju kesana, sekarang pembahasan tersebut sedang dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024. Dimana 50% pelaku UMKM ditargetkan sudah go digital. “Tapi ingat tak semua UMKM itu cocok untuk go digital, ada yang lebih pas secara konvensional. Jadi digitalisasi UMKM ini tak akan pernah mencapai 100%,’  tegas Rully Indrawan, usai menerima Rekomendasi Kesiapan UMKM 4.0 dalam Menunjang Ketahanan Ekonomi di Era Disruptif oleh ITS (Institut Teknologi Surabaya), di Jakarta, Kamis (11/4).

Adapun rekomendasi itu diserahkan oleh Direktur Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian (IKK)  ITS, Arman Hakim Nasution kepada Sesmenkop dan UKM Rully Indrawan. Yang disaksikanr Chairman International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Hermawan Kartajaya dan Kabiro Perencanaan Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi.

Rully menambahkan, UMKM merupakan salah satu tulang punggung ekonomi di Indonesia. Perannya yang cukup vital itu tergambar dalam data, dari sekitar 62 juta unit usaha di Indonesia, sekitar 99% merupakan UMKM.

Karenanya kata dia, pemberdayaan sektor UMKM amatlah penting, tak hanya bagi pemerintah namun juga pihak lain seperti institusi di bidang terkait sampai akademisi. Terlebih sambung Rully, kehadiran teknologi sering dianggap sebagai disrupsi karena ditengarai malah akan mengurangi jumlah potensi tenaga kerja sektor UMKM.

Sedangkan terkait tekomendasi ITS itu, Rully mengatakan pihaknya berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada ITS. “Untuk selanjutnya rekomendasi ini akan kita pelajari dan diselaraskan dengan program Kementerian yang juga sudah memiliki road map terkait digitalisasi UMKM ini,” tambah Rully.

Integrasi Offline dan Online

Sementara itu Chairman ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya mengatakan ICSB – sebagai pihak yang menjembatani antara ITS dan Kemenkop dan UKM berpandangan, bahwa rekomendasi tersebut tujuannya untuk mempersiapkan agar UMKM tidak menganggap teknologi sebagai disrupsi. Sebaliknya justru memanfaatkan teknologi digital itu, demi pengembangan bisnis lebih baik lagi.

“Sekarang ada online dan offline. Hadir di pasar secara offline, tapi di online juga ada, artinya mengintegrasikan dua hal yang berbeda itulah OMNI,” ujar Hermawan Kartajaya.

Dia berharap lewat Kementerian Koperasi dan UKM, dokumen studi tersebut bisa menjadi pertimbangan, serta diaplikasi sebagai wujud sektor UMKM yang lebih maju dan terdigitalisasi.

Dia masih menambahkan, dalam studi tersebut dipaparkan, era UMKM 4.0 adalah bisnis yang sudah mengintegrasikan teknologi digital.  Seperti sosial media hingga yang lebih maju lagi, yakni pemanfaatan internet of things (IoT). ‘Kehadiran platform seperti marketplace yang merupakan akses satu pintu bagi UMKM dalam memasarkan produk-produknya juga menjadi kunci,’ tandasnya.

Arman Hakim Nasution pun menambahkan, bahwa dalam studi yang dilakukan UMKM di era teknologi 4.0 memiliki empat unsur yang harus diperkuat,  yaitu Teknoware,  Humanware, Infoware dan Organware.  

Sehingga untuk mewujudkannya kata dia, harus ada kolaborasi  antara pemerintah,  BUMN,  perguruan tinggi dan swasta, termasuk di dalamnya market place.  Harapannya imbuh dia, agar UMKM bisa dijembatani dan dibantu dari sisi teknologi, sehingga mereka bisa bersaing di pasar nasional. “Dengan kata lain, UMKM didorong agar bermitra dengan para penyedia teknologi, serta diberi pelatihan-pelatihan yang menunjang,” tandas Arman.

Ia menambahkan, pemerintah dan semua pihak terkait harus mendorong UMKM memiliki literasi dalam konsep digitaliisasi. Kemudian jika UMKM pingin naik kelas, data digital bisa diolah menjadi decision dan lalu ada wisdomnya. “Bagaimana cara mengolahnya itu juga kami paparkan,” tegasnya.

Bagaimanapun kata Arman, manusia adalah mahluk sosial, karena itu digitalisasi juga harus memiliki sisi humaniora. Menurutnya ada tiga literasi yang harus digabung untuk bisa UMKM naik kelas di era 4.0 ini, yaitu literacy  digital, data dan humaniora. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.