Panen Kacang Tanah Hasil Kemitraan di Bojonegoro Menggembirakan

Hasil gambar untuk panen kacang menteri koperasi

PIPNews, Bojonegoro – Panen perdana kacang tanah di lahan seluas 6,5 hektar hasil kemitraan antara Pusat Inkubasi Bisnis Syariah-Majelis Ulama Indonesia (Pinbas-MUI), Garuda Food, Perhutani dengan  petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) telah dilakukan pada Senin, (5/1).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga Bupati Bojonegoro Suyoto, Direktur Pinbas MUI Azrul Tanjung dan Komisaris Garuda Food Group Hartono Atmadja, berlangsung di Desa Alang Kemangi, Kecamatan Dander,  Bojonegoro.

Pada kesempatan tersebut Menkop Puspayoga sangat mengapresiasi pola kemitraan itu yang dinilainya sebagai model yang bisa mewujudkan program Presiden Jokowi guna pemerataan kesejahteraan rakyat.

Mengkop mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya untuk segelintir orang, tapi bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Salah satunya melalui program kemitraan.

Masih kata Menteri model ini memberikan keuntungan siginifikan bagi petani. Setiap satu hektare lahan kacang tanah mampu menghasilkan pendapatan Rp 18 juta sekali panen, adapun biaya produksi hanya Rp 4 juta. “Berarti setiap hektare petani memperoleh keuntungan Rp 14 juta. Kalau satu hektare dikelola 1 kepala keluarga (KK), maka pendapatannya lumayan besar. Model ini yang harus dikawal terus agar bisa berhasil,” ujar Puspayoga.

Untuk itu Menkop dan UKM pun meminta petani membentuk koperasi agar lebih memudahkan dalam melakukan kegiatan pertaninya mulai dari pengadaan bibit, pembelian pupuk juga pemasarannya.

Sedangkan Komisaris Garuda Food Group Hartono Atmadja mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa bermitra dengan para kelompok petani kacang tanah dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Karenanya program kemitraan ini kata dia akan terus dijalankan sesuai dengan misi perusahaan untuk memberi makna bagi masyarakat.

Demikian Syafii Latuconsina dari PIC Pinbas, mengatakan pemberdayaan ekonomi umat berbasis pertanian ini dilakukan oleh MUI secara nasional. Khusus di Bojonegoro ini pemberdayaan melalui pertanian kacang tanah.

Syafii menambahkan lebih dari 8.000 petani yang tergabung dalam LMDH akan menanami 2.200 hektare tanah milik Perhutani. Sementara Garuda Food menjamin pembelian hasil panen dengan harga sesuai kesepakatan yaitu Rp 5400/kg. “Dengan jaminan harga yang disepakati ini maka petani mendapatkan harga terbaik,” tukas Syafii.

Kemitraan ini imbuh Syafii telah berhasil mengangkat pendapatan petani. Pinbas MUI bertindak memberikan pendampingan cara bertani yang benar sehingga produksi meningkat,  rata-rata 3-4 ton per hektare. Selain itu juga memberikan bantuan kredit modal kerja guna mendukung petani tidak berhenti menanam dengan alasan tidak punya modal.

Sebelum ada kemitraan jelas Syafii hasil pertanian masyarakat di Kecamatan Dander tidak menentu. Mereka menanami berbagai komoditas tetapi produksinya rendah dan kualitas jelek sehingga harga pun anjlok.

Adapun panen perdana kacang tanah ini merupakan tindak lanjut Kongres Ekonomi Umat, melalui Pinbas MUI dan KSP menggandeng PT Perhutani dan Garuda Food meluncurkan Program baru yaitu Agribisnis Kacang Nasional (Agrikanas) di Bojonegoro, Jawa Timur.

Realisasi tahap pertama kemitraan diwujudkan dengan  pelaksanaan  tanam raya perdana kacang tanah di Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada 31 Oktober 2017. Maskop/AWes

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.