Pelaku UKM Berpotensi Ekspor Manfaatkan Pelatihan Ekspor yang Dilakukan Kemenkop dan UKM

Pipnews.co.id, Bandar Lampung – Pelatihan ekspor bagi pelaku UKM dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kompetensi. Dengan pelatihan juga menjadi langkah awal pelaku UKM menjajaki kemampuannya melakukan ekspor. Demikian yang menjadi harapan Kementerian Koperasi dan UKM bagi kalangan pelaku UKM.

Mengingat pelatihan tersebut menjadi salah satu jenis pelatihan yang sering dilakukannya. Sebab, banyak pelaku UKM berkeinginan melakukan ekspor, namun tidak memiliki informasi yang cukup.

“Pelatihan ini peluang yang harus dimanfaatkan pelaku UKM. Ini sebagai salah bentuk membangun jejaring,” ujar Asisten Deputi Kewirausahaan, Deputi Pengawasan Kemenkop UKM, Nasrun Siagian, Minggu (18/8) saat berbicara pada pelatihan ekspor di Bandar Lampung.

Pelatihan yang diikuti para pelalu UKM berpotensi ekspor itu memberikan materi bisnis ekspor, sertifikasi untuk ekspor, penetapan harga jual ekspor, sistem pembayaran ekspor, membuat dokumen ekspor dan mencari peluang pasar ekspor.

Nasrun menegaskan materi-materi pelatihan yang disajikan sangat penting memberikan pemahaman bagi pelaku UKM yang berpotensi ekspor. Diharapkan juga mendorong keberanian pelaku UKM mulai menjajaki pasar luar negeri. 

Menurutnya, selesai pelatihan yang berlangsung empat hari, akan membangun forum diskusi  di antara peserta untuk berbagi informasi. Masih kata Nasrun, Kemenkop dan UKM serius mendorong peningkatan ekspor produk UKM. Mengingat peran mereka sebagai penopang ekonomi nasional dan meningkatkan peran UKM dalam ekspor nasional.

Sementara itu Rudi Cahyadi dari Trading House Berkah Rumah  Dagang Indonesia sebagai salah satu nara sumber dalam pelatihan tersebut mengatakan  kendala utama UKM untuk ekspor adalah minimnya informasi yang mereka ketahui. Itu membuat pelaku UKM tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengetahui segala hal teknis terkait ekspor. 

Ia menjelaskan negara tujuan ekspor menetapkan standarisasi yang ketat terhadap produk yang akan masuk ke negaranya. “Untuk pasar Eropa, memberlakukan sertifikasi organik, sertifikat vegan dan free trade certificate. Ini harus diinformasikan karena banyak UKM belum mengetahuinya,” kata Rudi. 

Menurutnya, pelaku UKM jika sudah memenuhi semua kriteria, pada tahap awal dapat melakukan ekspor lewat trading house. Lembaga trading house akan mencarikan promosi dan pasar ekspor. Lanjut dia, ada sejumlah syarat untuk memenuhi kriteria ekspor, yakni packaging (kemasan), harga, merek, lisensi, manajerial, pemasaran, skala. 

“Sangat penting diperhatikan kemampuan ekspor berkelanjutan. Kita tidak ingin, sekali melakukan ekspor, selanjutnya berhenti karena tidak mampu memenuhi permintaan,” tegas Rudi (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.