PPKL Dituntut Harus Mampu Dorong Koperasi Lebih Modern

Pipnews.co.id, Bandung – Para Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) dituntut harus mampu mendorong koperasi yang berada di wilayah Jawa Barat lebih modern. Modern disini koperasi harus melek teknologi informasi dan komunikasi (TIK), koperasi memiliki sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan koperasi melakukan transaksi.

“Pemerintah saat ini menuntut koperasi yang berkualitas tidak lagi mengejar kuantitas. Untuk itu, para PPKL harus mendorong koperasi di daerahnya lebih modern salah satunya dengan memanfaatkan TIK dalam perkembangannya,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat, H. Dudi Sudradjat Abdurachim, pada Pembukaan Rakor PPKL, di Bandung, pekan lalu.

Dudi mengatakan, sekarang itu orang inginnya serba cepat, mudah dan aman. Untuk mencapai itu salahnya kita harus menguasai TIK. Dengan memanfaatkan TIK secara maksimal akan memudahkan koperasi untuk memberikan pelayanan kepada anggota. Selain itu, memudahkan koperasi untuk bertransaksi dengan anggota maupun non anggota.

“Saya ingin koperasi itu modern. Kita fasilitasi dan dorong koperasi untuk bisa memanfaatkan TIK dalam kegiatannya. TIK ke depan semakin penting dan tanpa menguasai TIK kita akan kalang bersaing dengan badan usaha lainnya,” jelasnya.

Dudi memiliki kekhawatiran kita tidak akan lagi menjadi tuan di negeri sendiri. Ia menjelaskan, China sudah menguasai marketplace yang ada di Indonesia seperti tokopedia, Lazada dan lainnya. Mereka mulai menyiapkan infrastruktur, gudang, hingga payment tech nya. Sehingga kita hanya jadi penonton di negeri kita sendiri.

Untuk itu, Dudi berharap, koperasi sebagai badan usaha milik bersama dengan asas gotong jangan kalah bersaing. Caranya, koperasi harus menguasai TIK dan memanfaatkannya dalam melayani anggota maupun non anggota sehingga koperasi bisa kuat dan mandiri.

Selain itu, koperasi di Jawa Barat ke depan harus dikelola oleh orang-orang yang memiliki sertifikasi keahlian. Untuk itu, Dinas KUK Jabar akan mendirikan Lembaga Sertifikasi Pelatihan (LSP) harapannya dengan lembaga ini akan mendorong SDM koperasi memiliki sertifikasi keahlian sehingga koperasi bisa maju.

Sementara Kepala Seksi Penyuluhan Perkoperasian dan Keanggotaan, Dinas KUK Jabar, Koman Irawan mengatakan, rakor PPKL diikuti 37 orang PPKL dari 5 (lima) Kabupaten/ Kota.

Sedangkan jumlah PPKL di Jawa Barat saar ini sebanyak 68 orang dari 11 Kabupaten/ Kota yakni Garut, Ciamis, Cianjur, Subang, Karawang, Kabu Sukabumi, Indramayu, Kab/ Kota Cirebon, Kab Tasikmalaya dan Kab. Bekasi.

Adapun tugas PPKL diantara, memberikan penyuluhan, konsultasi dan bimbingan perkoperasian kepda koperasi dan masayarakat yang akan bergabung atau dan akan mendirikan koperasi. Selain itu, melakukan konsultasi, koordinasi dan atau bekerjasama dengan para penyuluh dari instansi terkait perkembangan koperasi dan UMKM di daearah. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*