Prof Rully : Dari Rp 5.300 Triliun Kredit yang Dikucurkan Perbankan Hanya 1.000 Triliun yang Ditujukan Kepada UMKM

Pipnews.co.id, Yogyakarta ,- Dari Rp 5.300 triliun total kredit yang dikucurkan bank umum di Indonesia tahun lalu, kurang dari 20% atau hanya sekitar Rp1.000 triliun saja yang ditujukan bagi UMKM. Karena itu ke depan, perlu gerakan kolektif bangsa untuk memajukan sektor UMKM melalui peningkatan pembiayaan kredit perbankan.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengatakan, akibat rendahnya kucuran kredit dari perbankan terhadap UMKM, menjadi salah satu penyebab belum berkembangnya UMKM secara signifikan. “Namun begitu harus diakui masih ada persoalan-persoalan administratif yang memang susah dijangkau UMKM,” kata Rully dalam Workshop dan Temu Bisnis Nasional UMKM II di Graha Sabha Pramana (GSP) UGM, Yogyakarta (16/10).

Workshop yang mengambil tema “Menembus Pasar Disruptif Menuju UMKM Tangguh dan Berkelanjutan untuk Mendukung Kekuatan dan Kedaulatan Ekonomi Bangsa” ini diselenggarakan oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Gajah Mada (DPKM UGM) bekerja sama Bank BRI dan BRI Microfinance. Acara ini juga dihadiri Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT) Eko Puto Sandjoyo dan Rektor UGM Prof Panut Mulyono.

Rully melanjutkan, bahwa pihaknya akan terus mendorong sektor UMKM agar terus tumbuh dan berkembang. “Dengan potensi sangat besar yang dimiliki, UMKM yang tangguh dan berkelanjutan, akan menjadi kekuatan Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo, mengatakan, sektor UMKM sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan kesejahteraan. Dengan demikian, akan mengurangi kemiskinan sekaligus ketimpangan.

“Kendala pelaku UMKM tidak punya network dan minim inovasi sehingga perku diciptakan iklim usaha serta ekosistem yang mendukung,” kata Eko.
Rektor UGM, Prof Panut Mulyono, menambahkan bahwa inovasi sangat penting agar produk UMKM dapat diterima pasar, seperti inovasi desain kemasan dan pemasaran. “Selain itu, UMKM juga perlu dukungan regulasi, kebijakan keuangan, pengembangan SDM, dan teknol Agar UMKM naik kelas,” kata Prof Panut.

UKM Naik Kelas

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DI Yogyakarta, Sri m Nukiatsiwi memaparkan program-program pembinaan koperasi dan UKM di wilayahnya agar berdaya saing dan bisa naik kelas. “Kalau kita bicara pembinaan UMKM, tidak bisa lepas dari koperasi. Karena, koperasi dan UMKM itu dua sektor yang tidak bisa dipisahkan,” kata Sri.

Sri mengakui bahwa pihaknya selalu hadir untuk memfasilitasi pelaku koperasi dan UMKM untuk menjawab segala masalah. Dari mulai masalah SDM, kelembagaan, hingga pemasaran. “Kita ada program dan sistem khusus pengembangan koperasi di UMKM di Yogyakarta. Tujuannya, agar program bisa tepat sasaran dan disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha koperasi dan UMKM,” ucap Sri.

Sri pun menjelaskan bagaimana manfaat dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUKM yang difasilitasi Kemenkop dan UKM yang ada di Yogyakarta. Kata dia PLUT sangat bermanfaat, terutama dalam menjawab persoalan pembiayaan, pemasaran, hingga produksi yang dihadapi pelaku usaha. Kita sudah memiliki sistem pembinaan bagi koperasi dan UMKM agar bisa berkembang, khususnya di Yogyakarta. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.