Rektor IKOPIN Pimpin Delegasi DEKOPIN pada Konferensi Pembangunan Berkelanjutan Koperasi di Colombo – Sri Lanka.

Konferensi Pembangunan Berkelanjutan Koperasi di Colombo Sri Lanka, 27-28 Februari 2018.

[/caption]

Sejak SDGs (Sustainable Development Goals) dengan tujuhbelas tujuan ditetapkan sebagai agenda global untuk pembangunan berkelanjutan, gerakan koperasi international (ICA) telah membentuk komite khusus untuk menjawab tantangan dalam SDGs terlebih setelah PBB dan para pemimpin global telah mengakui peran penting Koperasi sebagai media pendorong yang berperan penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan global pada tahun 2030. Komite ICA untuk Pembangunan Berkelanjutan ini bekerja untuk mendokumentasikan, merumuskan dan mendesiminasikan berbagai capaian koperasi di berbagai negara dalam kontribusi khususnya mengurangi kemiskinan dan membangun kemitraan (#coop4dev).

Bekerjasama dengan Uni Eropa, ICA Asia Pacific menyelenggarakan Konferensi Pembangunan Berkelanjutan Koperasi di Colombo Sri Lanka, pada Selasa-Rabu, 27-28 Februari 2018. Konferensi yang dihadiri oleh ratusan peserta dari kawasan Asia Pacific ini mengambil tema utama : “Membangun Kemitraan Multi-stakeholder untuk Pembangunan Berkelanjutan” (“Building Multi-Stakeholder Partnership for Sustainable Development”).

Rektor IKOPIN (Institute Koperasi Indonesia) Dr. (HC) Burhanuddin Abdullah, bersama beberapa pengajar dan peneliti IKOPIN memimpin delegasi DEKOPIN-Indonesia pada konferensi ini. Dr. (HC) Burhanuddin selaku Ketua Dewan Penasehat DEKOPIN diminta untuk memberikan pemikirannya dalam merumuskan strategi dan aksi Koperasi diberbagai belahan dunia dalam kontribusinya atas tujuan pembangunan berkelanjutan. Direktur Hubungan Luar Negeri DEKOPIN Ilham Nasai bersama beberapa Staff Pengajar IKOPIN ikut dalam rombongan delegasi DEKOPIN pada konferensi ini.

Konferensi akan membahas empat isu terkait dalam tujuan pembangunan berkelanjutan yakni pengentasan kemiskinan (eradicating of poverty), system pangan berkelanjutan (sustainable food system), akses terhadap kebutuhan pokok dan layanan dasar (access to basic goods and services), dan perlindungan terhadap lingkungan (environmental protection). Beberapa panel ahli yang akan menjadi pembicara dalam konferensi ini berasal dari lembaga agensi pembangunan international seperti ILO dan UNDESA, organisasi NGO seperti We Effect, AFA (Asosiasi Petani Asia), SEWA (organisasi Koperasi Perempuan Pekerja), serta para pemimpin gerakan koperasi Asia dari Sri Lanka, Malaysia, Singapore, Jepang, Nepal, Indonesia, Philippina, dan lainnya.

Hasil Konferensi ini akan menjadi dokumen yang mendasari bagi kerja-kerja koperasi di sektor pembangunan berkelanjutan. Selain itu, beberapa riset aksi juga akan dilakukan untuk memperdalam kekayaan data dan merekam praktek-praktek sukses koperasi di berbagai negara. Konferensi yang berlangsung selama 2 hari ini akan ditutup dengan kegiatan kunjungan ke lapangan untuk melihat koperasi-koperasi yang berada di Sri Lanka. (IN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.