Simpan Pinjam Swamitra Bank Bukopin Direvitalisasi dengan Aplikasi Digital

Pipnews.co.id, Purwokerto – Bank Bukopin terus mendukung pengembangan sektor perkoperasian di tanah air di tengah
semakin maraknya era teknologi finansial dengan merevitalisasi bisnis “Simpan Pinjam Swamitra” binaan Bank Bukopin.
Swamitra merupakan kemitraan antara Bank Bukopin dengan koperasi untuk
mengembangkan dan memodernisasi Usaha Simpan Pinjam (USP) melalui pemanfaatan jaringan teknologi (Network) dan dukungan sistem mamajemen yang professional, sehingga dapat meningkatkan pelayanan jasa-jasa keuangan yang lebih luas dan dinamis.

Direktur Ritel dan KUMKM Bank Bukopin Heri Purwanto mengatakan, bisnis Swamitra dilakukan sejalan dengan strategi Perseroan untuk memperkuat bisnis ritel. Revitalisasi dilakukan dengan menyempurnakan model bisnis Swamitra sehingga penyaluran pembiayaan dapat langsung menyasar ke anggota koperasi.
“Bank Bukopin merevitalisasi Swamitra untuk fokus kepada koperasi-koperasi yang memiliki anggota yang bergerak di bidang yang hampir sama, seperti koperasi pasar (Koppas) dan kopersi sejenis lainnya,” tutur Heri dalam konperensi pers di Hotel Aston Purwokerto beberapa saat sebelum puncak peringan Hari Koperasi Nasional ke-72 di GOR Satria Purwokerto (12 Juli 2019).

Heri mengatakan, jika dulu sebelum direvitalisasi para debitor Swamitra dilayanai secara konvensional melalui kantor Swamitra yang ada di koperasi. Tapi kini dengan “Swamitra New” pelayanannya semakin diperluas dan dipermudah. “Sebagai contoh, apabila misalnya ada nasabah atau debitor yang ingin mengajukan permohonan pinjaman ke Swamitra, maka, boleh-boleh saja langsung diakses melalui aplikasi digital ke Bank Bukopin,” ujar Heru lagi.

Kata dia, sebagai lembaga keuangan yang didirikan oleh gerakan koperasi, serta mengemban Misi untuk turut mengembangkan usaha Mikro, Kecil dan koperasi, Bank Bukopin tentu memiliki komitmen yang kuat untuk terus memperkuat bisnis koperasi di
Indonesia. Seiring dengan berkembangnya industri Jasa Keuangan berbasis Teknologi (Fintech,) lanjut Heri, Bank Bukopin pun telah menyiapkan pengembangan transformasi sistem teknologi yang dimiliki untuk menyesuaikan bisnis dengan kondisi pasar saat ini.

“Dengan demikian kami harapkan ke depannya Swamitra dapat tetap bersaing dalam Industeri Jasa Keuangan sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan layanan kepada anggota, maupun calaon anggotanya,” kata Heri.

Kecuali itu lanjut dia, penyempurnaan bisnis Swamitra juga dilakukan dengan memperkuat digitalisasi pada berbagai aspek, mulai dari sistem database nasabah hingga sistem playanan. Dalam hal ini , Bank Bukopin telah menyiapkan aplikasi khusus untuk bisnis Swamitra.

Menurut Heri, dalam melaklukan kerjasama dengan koperasi, Bank Bukopin menyediakan layanan dan fasilitasi kepada koperasi berupa teknologi online di seluruh Indonesia, konsultasi manajemen dan pembinaan Sumberdaya Manusia (SDM) serta permodalan guna memberikan kemudahan kepada koperasi dalam melayani anggota maupun calon anggotanya. Kata dia, saat ini Swamitra telah memiliki jaringan sebanyak 508 unit outlet yang tersebar di 35 kota seluruh Indonesia.

Sampai Juni 2019, Swamitra telah membukukan aset sebesar Rp 1,43 triliun dan total pinjaman yang diberikan sebesar Rp 1,2 triliun serta memberdayakan 2.434 karyawan. Bank Bukopin mengembangkan Swamitra sebagai program kemitraan dengan koperasi sejak 1997, dan peluncurannya digelar pada 12 Juli 1998 oleh Presiden RI ke-3 Prof DR.Ing
BJ Habibie.

Dalam melakukan proses analisa kredit, Swamitra telah dibekali dengan sistem yang berbasis Teknologi Digital yang disebut dengan Sistem Informasi Keuangan Mikro (SIKM), sehingga Swamitra dapat memberikan layanan yang cepat dan tepat serta menjaga komitmen Service Level Agreeement (SLA) kepada anggotanya. “Jika dulu para debitor Swamitra dilayanai secara konvensional melalui kantor Sawamitra yang ada di Koppas, atau koperasi lainnya, maka kini pengajuna pinjaman, bisa diakses
langsung melalui aplikasi digital. Jadi layanannya semakin mudah dan jangkauannya semakin luas,” ujar Heri.

Sekadar diketahui, saat ini Bank Bukopin beriperasi di 23 provinsi, dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, 100 kantor kas dan 840 mesin ATM. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.