Temu Nasional WP Dorong Tingkatkan Daya Saing di Pasar Global

Pipnews.co.id, Yogyakarta — Ratusan Wirausaha Pemula (WP) berkumpul di acara Temu Nasional Wirausaha Pemula bertemakan “Penguatan Komunitas Wirausaha Pemula yang Mandiri dan Berkelanjutan Melalui Sinergi PENTAHELIX”. Kegiatan yang diadakan Kementerian Koperasi dan UKM, ini dimaksudkan mereka bersinergi dan membentuk Komunitas WP atau New Entrepreneurs Society (NES) yang dideklarasikan di Yogyakarta, Kamis (8/8)

Melalui wadah NES yang adalah inisiatif dari WP di berbagai daerah, diharapkan akan saling membangun kemandirian antar-anggota komunitas dan mampu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi wirausaha pemula bersama-sama. “Pemerintah mendukung inisiatif para pelaku usaha pemula untuk membentuk komunitas NES dengan tagline “Think Success Be The Best” ini,” ujar Asisten Deputi Permodalan Kemenkop dan UKM, Fixy.

Dia menambahkan, WP harus bisa mengorganisasikan diri agar memiliki jaringan usaha yang luas sehingga naik kelas. Fixy juga menegaskan pentingnya kreativitas bagi para pengusaha pemula agar bisa berhasil. Kemudian tumbuh sikap mandiri dalam menangkap berbagai peluang usaha yang ada.

Acara yang dibuka Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati, dan dihadiri juga Deputi Bidang PengembanganLuhur Pradjarto, Deputi Bidang Pengembangan SDM Rully Nuryanto  dan Sekretaris Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Wardoyo.
Yuana mengatakan, Temu Nasional Wirausaha Pemula yang baru pertama kali diadakan ini begitu penting, karena dapat menulari para WP lainnya untuk “naik kelas”. Apalagi para peserta yang hadir merupakan pelaku usaha yang sudah mandiri.

“Mereka semula memang mendapat bantuan hibah dari pemerintah, kini sudah mandiri dan bankable, yang mudah mendapatkan akses permodalan dari lembaga perbankan yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat. Kemenkop hanya memfasilitasi, selanjutnya mereka berkembang sendiri,” tutur Yuana.

Dia menambahkan bahwa peran UMKM di perekonomian nasional terhitung cukup besar. Pada 2018 saja telah mencapai 99,9% dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 97%. Untuk saat ini kata Yuana, UMKM menyumbang terhadap PDB hingga 60,34%.

Selain itu Imbuh dia, pihaknya juga telah melaksanakan Program Bantuan Pemerintah Bagi Wirausaha Pemula sejak 2011-2018. Dalam kurun waktu itu, kata dia, telah terealisasi secara komulatif sebanyak 20.382 wirausaha pemula. “Nah, wirausaha pemula pasca bantuan pemerintah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar lokal maupun global. Kami berharap melalui sinergi pentahelix ini, antara akademisi, dunia usaha, komunitas wirausaha pemula, pemerintah dan media, dapat terwujud wirausaha pemula yang mandiri dan berkelanjutan,” tandasnya.

Forum Temu Nasional Wirausaha Pemula ini, lanjutnya, merupakan salah satu dedikasi dari pemerintah untuk mendorong sinergi pentahelix dari wirusaha pemula untuk meningkatkan dayasaing dan peluang yang lebih luas menuju UKM naik kelas.

Sementara itu Sri Saktiyana, Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, mewakili Gubernur DI Yogyakarta, mengatakan pertemuan ini dapat meningkatkan daya juang, daya saing, daya adopsi para wirausaha pemula. Karena dalam pertemuan ini bukan sebatas bertemunya komunitas wirausaha pemula tetapi juga dengan para stakeholder lainnya sehingga tercipta sinergi dan peluang-peluang pasar yang lebih mengglobal.

“Wirausaha pemula itu kan ada tiga kategori. Pertama, start up yang baru memulai. Kedua, visible tapi belum bankable. Ketiga, sudah bankable. Diharapkan dari pertemuan ini para wirausaha pemula yang sudah naik kelas ini dapat mendorong para wirausaha pemula lainnya untuk lebih mandiri,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan untuk memanfaatkan program KUR yang digulirkan pemerintah. Karena, berdasarkan survey yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) KUR berdampak positif terhadap pemberdayaan UMKM. Mereka yang mendapatkan pinjaman dana KUR dengan bunga hanya 7 persen itu bukan semata-mata mendapatkan uang saja, melainkan rasa bangga sehingga mereka bergairah untuk meningkatkan dayasaingnya.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Deputi Bidang Pembiayaan dengan PT PMN terkait akses pembiayaan bagi wirausaha pemula, serta dengan PT Telekomunikasi Indonesia terkait pengembangan wirausaha pemula di bidang telekomunikasi (digital). Selain itu, dilakukan juga penyerahan secara simbolis bantuan pemerintah untuk wirausaha pemula dan bantuan aktivitas pembiayaan KUR 2019.

Acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov DIY Sri Nurkyatsiwi, para Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov/Kab/Kota se-DIY, Direktur Utama PT Permodalan Madani Nasional (PNM) Arief Mulyadi, PGS Vice President Divisi Business Service PT Telekomunikasi Indonesia Indrawan Ditapradana, dan Ketua ABDSI (Asosiasi Business Development Service Indonesia) Samsul Hadi. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.