Untuk Saingi Produk Impor, Pelaku UMKM Didorong Tingkatkan Kualitas Produk

Pipnews.co.id, Bandung – Penyelenggaraan Program UKM Juara, yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, mendapatkan apresiasi dari Kementerian Koperasi dan UKM. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadikan pelaku UMKM naik kelas, tapi juga mampu memenangi persaingan dengan produk-produk impor yang kini membanjiri pasar dalam negeri. 

Sesmenkop dan UKM Prof Rully Indrawan.

Mengingat pelaku UMKM di Jabar ini, memiliki kreativitasnya yang luar biasa. Maka mereka harus terus dibina dan didampingi secara tepat, agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan mampu bersaing dengan produk-produk dari luar negeri. Demikian disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof Rully Indrawan saat membuka Pameran dan Wisuda UMKM Juara di Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/11).

Rully juga menuturkan, bahwa sektor UMKM saat ini menjadi fokus perhatian Presiden Jokowi di periode kedua pemerintahannya. Hal ini lantaran potensi UMKM di Indonesia sangat besar dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 60,34% pada 2018.  

Masih kata Rully, Presiden menginginkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian terus meningkat. Untuk mencapai tujuan tersebut imbuh dia, perlu adanya peningkatan dalam berbagai hal, diantaranya kualitas produk dan perluasan pemasaran. “Produk UMKM harus memiliki kualitas yang memenuhi standar nasional maupun internasional agar dapat diterima pasar secara luas,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Sekda Provinsi Jawa Barat, Daud Akhmad, Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM Suparno dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Kusmana Hartadji. Sedangkan pelaku UMKM yang ditetapkan sebagai juara ada 6 orang. Mereka merupakan hasil seleksi dan penyaringan dari 2.500 peserta pelaku UMKM di Jawa Barat. Pemenang mendapatkan piagam penghargaan dan akan difasilitasi mengikuti pameran di luar negeri. 

Terkait hal ini, Kemenkop dan UKM menyajikan program fasilitasi standarisasi dan sertifikasi bagi UMKM sebagai dukungan pemerintah untuk mendorong peningkatan kualitas produk UMKM. Selain itu upaya pemasaran juga didukung pemerintah melalui fasilitasi pameran baik dalam negeri maupun luar negeri. 

Sementara itu Sekda Provinsi Jawa Barat, Daud Akhmad mengatakan, pemberdayaan pelaku UMKM menjadi salah satu dari 17 program prioritas Pemprov Jawa Barat. Mengingat sektor ini diyakini mampu mengatasi jurang kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hanya saja, sambung dia, pelaku UMKM di era globalisasi saat ini dituntut untuk terus berinovasi melalu digitalisasi sehingga mampu berkembang dan naik kelas.
“Demi kemandirian UMKM, Pemprov Jabar berkomitmen memberikan bantuan dengan cara memilih komoditi potensial dan pelatihan, produksi, pemasaran serta pembiayaan,” papar Daud. 

Adapun Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Kusmana Hartadji menjelaskan, 2.500 peserta Program UMKM Juara ini telah melalui serangkaian proses pembinaan dan pelatihan, serta mengikuti pameran di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat sepanjang 2019. Dari jumlah itu, 1.800 menjalani wisuda dan 6 peserta ditetapkan sebagai pelaku UMKM terbaik. 

“Kriteria UMKM Juara ini mulai memiliki kapasitas dan kualitas produk, memenuhi standar aspek legalitas, mampu meningkatkan akses pasar, akses pembiayaan dan mampu memanfaatkan teknologi, serta mampu menyusun bussines plan yang dibutuhkan agar usaha yang digeluti bisa berkelanjutan,” pungkasnya. ( Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.