Untuk Tingkatkan Kemampuan Usaha, Kemenkop dan UKM Gelar Pelatihan Kewirausahaan di Labuan Bajo

Pipnews.co.id, Manggarai Barat – Program peningkatan kemampuan wirausaha untuk menaikkan eksistensi usahanya, terus galakkan Kementerian Koperasi dan UKM. Pelatihan tiga angkatan sekaligus itu digelar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, (2/12).

Pelatihan tersebut menghadirkan para fasilitator sesuai keahlian bidang masing-masing. Meliputi pelatihan digitalpreneur, membangun jaringan bisnis terkait peningkatan nilai produk (kemasan), teknik mendesain kemasan, branding dan media untuk usaha kecil, pelatihan membuat website publishing dan search Engine Marketing, serta membangun jaringan marketing berbasis digital.

Menurut Nasrun Lubis, Asdep Kewirausahaan Kemenkop dan UKM Nasrun, kegiatan tersebut, merupakan sinergi pengembangan potensi ekonomi di kawasan pariwisata dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat. “Kami mengadakan beberapa jenis pelatihan kewirausahaan ini, dengan muatan menanamkan semangat jiwa wirausaha, khususnya kepada wirausaha pemula,” jelasnya saat acara pembukaan.

Selain itu, lanjut Nasrun, ada juga pelatihan vocational untuk wirausaha sektor perikanan melalui pelatihan produksi dan pengolahan nugget dan abon ikan, serta dilengkapi dengan pelatihan Laporan Akutansi Usaha Mikro (LAMIKRO). “Tak Ketinggalan, kita juga memberikan pelatihan perkoperasian dengan materi akutansi koperasi,” ujarnya lagi.

Nasrun berharap wirausaha baru harus kreatif, inovatif, dan membuat strategi bisnis dengan harga yang lebih murah dari kompetitor (Cost off Leadership), diferensiasi produk, fokus menjalankan Bisnis. Lebih dari itu kata dia, produk yang dihasilkan juga harus berorientasi pasar atau market oriented.

Ia pun meminta peserta pelatihan kewirausahaan dan vocational masuk menjadi anggota koperasi atau membentuk koperasi, karena menjadi anggota koperasi akan banyak mendapatkan manfaat. “Koperasi dapat menyediakan permodalan, membantu mencari pasar. Koperasi juga dapat menjadi forum berbagi informasi, sehingga para wirausaha dan KUKM terbantu dalam mengakses pemodalan dan akses pasar,” tandas Nasrun.

Nasrun di akhir pelatihan meminta langsung peserta untuk memberikan testimoni dan masukan dalam peningkatan kualitas pelatihan. Salah satu peserta bernama Pius, meminta pelatihan kewirausahaan dan vocational itu agar terus dilanjutkan berkala. Menurutnya, pelaku usaha mikro dan kecil di Labuan Bajo sangat jauh ketinggalan, terutama dalam teknologi.

Hal tersebut langsung ditanggapi Nasrun, bahwa pelatihan yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM, Deputi Bidang SDM, merupakan bagian dari dukungan secara keseluruhan, dalam pengembangan potensi ekonomi di kawasan pariwisata Labuan Bajo untuk menyejahterakan masyarakat.

Nasrun mengharapkan, pelatihan-pelatihan tersebut, wirausaha dan UMK ini bisa membuka tentang pengetahuan dan informasi, bagaimana design produk (kemasan), pemasaran (digital marketing), hingga pencatatan keuangan. “Semua dilakukan agar wirausaha pemula menjadi wirausaha mapan, dan UMK naik kelas (scaling up) dari gurem ke mikro, dari mikro ke kecil dan kecil menjadi menengah,” pungkas Nasrun. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.