Wapres JK : TEI 2019 Merupakan Etalasi Menunjukkan Kinerja Perdagangan Indonesia

Pipnews.co.id, Jakarta – Pameran Dagang Internasional, atau Trade Expo Indonesia (TEI) kembali digelar oleh Kementerian Perdangan RI. TEI tahun 2019 yang digelar di Indonesia Convontion Exhibition-Bumi Serpong Damai (ICE-BSD), Tangerang, Banten (16-20 Oktober). Merupakan
ajang promosi tahunan berskala internasional yang mengusung tema Moving Forward to Serve the World dihelat, dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Dalam sambutannya Wapres mengatakan, bahwa acara TEI ini merupakan etalase untuk menunjukkan kinerja perdagangan Indonesia. Juga mengajak negera-negara tetangga untuk terlibat dalam kerjasama perdagangan. “Untuk menunjukkan potensi dan juga kontibuitas kita juga kemajuan yang kita capai,” kata Kalla. Seraya menekankan bahwa pameran seperti TEI tidak hanya untuk menciptakan hubungan kerja sama perdagangan saja, akan tetapi juga menciptakan hubungan antar individu untuk mewujudkan kemakmuran bersama.

Pada pembukaan ini Wapres Jusuf Kalla juga didaulat untuk meluncurkan Wibsite pusat informmasi terkait ekspor impor, yakni www exim kemendag.go.id. Juga diwarnai dengan pemberian penghargaan Primaniyarta Award 2019 kepada 26 eksportir dan Primaduta Award kepada 30 Buyer yang aktip mendorong peningkatan ekspor Indonesia. 

Sementara Menteri Perdagangan Enggartiasto mengatakan, TEI 2019 merupakan komitmen pihaknya untuk mendorong kinerja perdagangan Indonesia. Ia berharap kinerja TEI, seperti total transaksi yang terjadi bisa mengalami peningkatkan dari tahun yang sebelumnya dengan target menyambut lebih 35.000 ekasportir, importir dan investor. “Mudah-mudahan dapat mencapai total transaksi ekspor dan investasi dengan target meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Enggartiasto.

Enggar mengungkapkan, telah terjadwal sekitar 84 penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 25 negara dari program misi pembelian (buying mission), di antaranya dengan Jepang, Malaysia, Spanyol, Somalia, India, dan Australia. Berbagai produk yang diminati beberapa negara tersebut antara lain batu bara, sarang burung walet, kertas, kopi, plastik, minyak nabati, sayuran dan buah-buahan, makanan laut, makanan olahan, hasil perkebunan, boneka, rempah-rempah, karet, arang kelapa, minyak.

“Kami optimistis TEI tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu. Melalui penjajakan bisnis (business matching), diharapkan tercipta lebih banyak kerja sama bisnis antara buyer dan peserta pameran sehingga memperluas jaringan pemasaran ke mancanegara,” ujar Enggar pada konferensi pers TEI 2019.

Asal tahu saja, pada TEI tahun ini tercatat ada 1.497 perusahaan nasional yang memamerkan produk dan jasa terbaik di Indonesia, mulai dari produk manufaktur, produk kreatif inovatif, industri strategis hingga kerajinan. Hingga 15 Oktober 2019, telah terdaftar 6.025 buyers dari 120 negara. Negara dengan jumlah buyers terbanyak selain Indonesia, yaitu Malaysia, Arab Saudi, Nigeria, Tiongkok, India, Thailand, Amerika Serikat (AS), Filipina, dan Sri Lanka.

Dari jumlah buyers yang telah mendaftar tersebut, ada 10.079 permintaan terhadap produk unggulan Indonesia, yaitu kopi, makanan dan minuman dalam kemasan, produk bahan makanan, tekstil dan garmen, serta kerajinan tangan. .

Asal tahu saja, dua hari sebelum TEI digelar, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) telah menyenggarakan lokakarya dengan tema “Strategi Untuk Mengikuti Paperan Dagang Internasional” di ICE-BSD Tangerang. Lokakarya tersebut bertujuan membantu mempersiapkan pelaku usaha agar lebih efektif dan maksimal dalam mengikuti pameran internasional, seperti TEI 2019.

Lokakarya tersebut dihadiri 40 pelaku usaha dari berbagai sektor, antara lain produk alas kaki, pakaian jadi, pertanian (organik dan nonorganik), serta bidang jasa digital seperti animasi, komik dan tanda tangan digital. “Melalui lokakarya itu diharapkan para pelaku nusaha mendapat pengetahuan bagaimana memaksimalkan pameran internasional dan mendapatkan pengetahuan tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam mengikuti pameran dagang,” kata Dirjen PEN Dody Edward dalam siaran pers (16/10).(Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.