Dinas Pariwisata Kulon Progo Gelar Pelatihan Kuliner untuk Para Pengelola Pariwisata

PIPNews, Kulon Progo – Pariwisata berbasis masyarakat kini tengah tren. Salah satunya di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan perkembangannya cukup pesat sehingga perlu mendapatkan perhatian pemerintah untuk melakukan pembinaan. Sehingga ekonomi masyarakat sekitar meningkat karena terlibat dalam pegelolaan dan terlibat langsung di bisnis pariwisata.

Peran yang diambil Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, diantaranya dengan memberikan pelatihan kuliner dan pelayanan homestay kepada pelaku wisata khususnya pengelola objek wisata Kebun Teh Nglinggo.

Demikian Endah Supeni, Kepala Seksi Usaha dan Jasa Pariwisata, Dinas Pariwisata Kulon Progo, di Kulon Progo, baru-baru ini, menjelaskan bahwa saat ini pariwisata berbasis masyarakat berkembang pesat. Dengan demikian Dinas Pariwisata memberikan pelatihan kuliner dan homestay kepada para pelaku wisata.

Pelatihan tersebut diharapkan para pelaku wisata mampu memberikan pelayanan bagus, ramah dan memasak secara higienis. Dinas Pariwisata menyiapkan sumber daya manusia, pelaku wisata guna mempercepat pengembangan wisata di Kulon Progo.

Lebih lanjut Endah mengatakan, di Kulon Progo baru ada lima lokasi yang menyediakan homestay, yakni di Desa Wisata Banjaroya, Suroloyo, Segajih Hargotirto, Nglinggo dan kawasan Ayunan Langit Purwosari. “Di Kulon Progo ini sebenarnya banyak desa wisata dan objek wisata, tetapi warga atau pelaku wisata yang mampu menangkap potensi baru lima lokasi,” ujarnya.

Jumlah homestay yang terdata di Dinas Pariwisata sebanyak 260 rumah. Dari jumlah tersebut pun, kata Endah masih bisa bertambah, mengingat pelaku wisata atau pokdarwis belum membuat laporan rinci. Dari 260 homestay itu, sebanyak 100 unit ada di Banjaroya, Kalibawang. “Di Banjaroya banyak rumah warga yang digunakan untuk kegiatan live-in,” katanya.

Homestay-homestay yang tersedia ini letaknya sangat menyatu dengan alam, misalnya dekat dengan Kebun Teh Nglinggo. Selain it pengembangan wisata juga berbasis potensi lokal dan budaya lokal, sehingga wisatawan betah tinggal di homestay tersebut. Wisatawan juga disediakan paket-paket wisata, seperti mengolah teh, mengolah kopi, belajar menari Tari Lengger Tapen hingga offroad. (Dsl/AWes).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.