Kemenkop dan UKM akan Terus Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas dengan Teknologi Digital

Pipnews.co.id, Jakarta – UKM harus memperhatikan produksi, distribusi, pembiayaan (cashless), pemasaran dan manajemen. Karena unsur tersebut menjadi kunci dalam proses digitalisasi UKM agar bisa berkembang dan naik kelas.

Hal tersebut Proposal Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya dalam sebuah diskusi di Jakarta, beberapa hari lalu. Ia juga menyebut bahwa peringatan UMKM dengan mempersiapkan sentra-sentra produksi untuk menarik pasar yang lebih besar. “Perlu mempersiapkan program multiyear yang mengacu pada ide besar dan konsep digitalisasi yang matang dan komprehensif,” ujarnya.

Eddy menambahkan, dengan mengkonsolidasikan digitalisasi UMKM yang menyebar di berbagai K / L dengan sektor unggulan Kemenkop dan UKM, sehingga kata dia, semua K / L memiliki 1 desain pengembangan UMKM.

Menututnya, program sinergi tersebut antara lain Gerakan Belanja di Warung Tetangga. Dimana itu merupakan hasil kolaborasi Kemenkop dan UKM dengan 9 BUMN Klaster Pangan, Bulog, dan PTPN yang terhubung warung tradisional, untuk masuk ke dalam platform berani serta menyediakan stok bahan baku yang mudah dengan harga kompetitif. “Dengan begitu, mereka dapat bersaing dengan ritel moderen,” tandas Eddy.

Selain itu jelas Eddy, masih ada Laman Khusus UMKM pada e-katalog LKPP, yang melibatkan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. “Jumlah pelaku UMKM dalam pengadaan pemerintah secara elektronik menjangkau 1.237 penyedia, dengan potensi nilai paket pemerintah pengadaan bagi pelaku usaha kecil sebesar Rp310 triliun,” paparnya.

Eddy menambahkan, pihaknya pun fokus pada strategi digitalisasi percepatan kebangkitan UMKM, dengan menggulirkan program peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, program Kelas Daring melalui edukukm.id, Sparc Campus, hingga Pahlawan Digital UMKM.

Kecuali itu, Kemenkop dan UKM juga mengangkat produk UMKM melalui komunitas dan aplikasi lokal, seperti komentar Pasar Gotong Royong Indonesia Creative Store. Termasuk digitalisasi UMKM agar Onboarding melalui program Kakak Asuh dan UMKM Katalog Digital (IMOOJI). “Dukungan promosi dan pemasaran, Billboard untuk aktivis merek lokal dan #banggabuatanindonesia, hingga promosi oroduk oleh PLUT KUMKM, review produk oleh influencer, artis juga musisi,” jelas Eddy lagi.

Namun demikian, Edy mengakuinya saat ini baru 13% dari total 63 juta pelaku UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital. Digitalisasi UMKM menurutnya harus menjadi agenda kolektif, melalui edukasi inkubasi bagi UMKM, agar terhubung dengan ekosistem digital.

Menerima hal tersebut tidak dapat bekerja sendiri dalam mengakomodir kebutuhan transformasi digital bagi UMKM. “Kita perlu sinergi, kolaborasi sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk mencapai target dua juta UMKM Go Online di tahun 2020 ini,” pungkas Eddy. (Esawe).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.